Gubernur Jabar Dukung Komitmen Pemerintah Kembangkan Koperasi Pangan
Senin, 22 Juni 2020 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Kang Emil meminta kepada Kementerian Koperasi dan UKM agar membuat daftar komoditas yang bisa ditanam oleh para petani sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sementara dalam setahun terakhir ini, lanjut Kang Emil, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun sudah memberikan pembiayaan kepada lebih dari 1.000 pesantren melui program One Pesantren One Product (OPOP) yang bertujuan mengembangkan ekonomi berbasis keumatan dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
“(Modal melalui OPOP) dari Rp1 miliar, Rp500 juta, Rp100 juta, sampai Rp50 juta. Karena visi Jabar Juara Lahir Batin ini agar pesantren-pesantren punya dimensi baru yaitu dimensi ekonomi,” tutur Kang Emil.
Kang Emil juga mengapresiasi upaya Ponpes Al Ittifaq dalam menggerakkan ekonomi keumatan, termasuk dengan mengembangkan aplikasi berbasis digital dengan domain Alifmart.id. Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi market place bagi ponpes dan petani dalam mengembangkan bisnis pangannya.
“Pesantren ada yang baru memulai, ada yang sudah bergerak, dan ada yang sudah menengah menuju besar, salah satunya Al Ittifaq ini. Dimana kelebihannya selain di pertanian yang tangguh terhadap (dampak ekonomi) COVID-19 pesanannya meningkat, juga spirit Al Ittifaq terkait (memanfaatkan) teknologi," ucap Kang Emil.
Sementara dalam setahun terakhir ini, lanjut Kang Emil, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun sudah memberikan pembiayaan kepada lebih dari 1.000 pesantren melui program One Pesantren One Product (OPOP) yang bertujuan mengembangkan ekonomi berbasis keumatan dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren.
“(Modal melalui OPOP) dari Rp1 miliar, Rp500 juta, Rp100 juta, sampai Rp50 juta. Karena visi Jabar Juara Lahir Batin ini agar pesantren-pesantren punya dimensi baru yaitu dimensi ekonomi,” tutur Kang Emil.
Kang Emil juga mengapresiasi upaya Ponpes Al Ittifaq dalam menggerakkan ekonomi keumatan, termasuk dengan mengembangkan aplikasi berbasis digital dengan domain Alifmart.id. Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi market place bagi ponpes dan petani dalam mengembangkan bisnis pangannya.
“Pesantren ada yang baru memulai, ada yang sudah bergerak, dan ada yang sudah menengah menuju besar, salah satunya Al Ittifaq ini. Dimana kelebihannya selain di pertanian yang tangguh terhadap (dampak ekonomi) COVID-19 pesanannya meningkat, juga spirit Al Ittifaq terkait (memanfaatkan) teknologi," ucap Kang Emil.
Lihat Juga :