Serang Anies Baswedan, Ruhut Sitompul Tak Belajar dari SBY
Sabtu, 14 Mei 2022 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Kunto menilai postingan Ruhut Sitompul tidak begitu mempengaruhi citra PDIP. Efeknya terlalu kecil. "Karena, Pak Ruhut sendiri sebenarnya kan bukan kader asli dari PDIP kan. Dia dulu di Demokrat, lalu pindah ke PDIP, sehingga orang tidak bisa langsung mengasosiasikan Ruhut dengan PDIP, itu agak jauh tuh," ujarnya.
Menurut dia, publik menganggap Ruhut Sitompul kutu loncat atau oportunis. Kunto membeberkan KedaiKOPI pernah membuat survei yang menyimpulkan bahwa masyarakat masih akan tetap memilih PDIP walaupun beberapa elite partai itu terjerat kasus korupsi.
Baca: Ruhut Sitompul soal Foto Anies dengan Koteka: Bukan Aku yang Bikin, Bukan Aku yang Hoaks
"Saya memilih PDIP karena Bu Megawati misalnya begitu. Dan Ibu Megawatinya enggak korupsi kan, gitu kata responden. Jadi, partai politik tidak serta merta dihukum oleh pemilih kalau salah satu kadernya melakukan korupsi," tutur Kunto.
Karena, lanjut dia, partai-partai besar di Indonesia berdasarkan ketokohan. "Contohnya Gerindra, Pak Edhy Prabowo korupsi. Tapi selama Pak Prabowonya enggak korupsi ya orang tetap pilih Gerindra. Cara berpikir pemilih di Indonesia seperti itu," pungkasnya.
Diberitakan SINDOnews sebelumnya, Ruhut Sitompul menyangkal membuat hoaks melalui postingannya tersebut. Ruhut menjelaskan bahwa bukan dirinya yang membuat foto editan soal Anies Baswedan berpakaian adat Papua lengkap dengan koteka.
Menurut dia, publik menganggap Ruhut Sitompul kutu loncat atau oportunis. Kunto membeberkan KedaiKOPI pernah membuat survei yang menyimpulkan bahwa masyarakat masih akan tetap memilih PDIP walaupun beberapa elite partai itu terjerat kasus korupsi.
Baca: Ruhut Sitompul soal Foto Anies dengan Koteka: Bukan Aku yang Bikin, Bukan Aku yang Hoaks
"Saya memilih PDIP karena Bu Megawati misalnya begitu. Dan Ibu Megawatinya enggak korupsi kan, gitu kata responden. Jadi, partai politik tidak serta merta dihukum oleh pemilih kalau salah satu kadernya melakukan korupsi," tutur Kunto.
Karena, lanjut dia, partai-partai besar di Indonesia berdasarkan ketokohan. "Contohnya Gerindra, Pak Edhy Prabowo korupsi. Tapi selama Pak Prabowonya enggak korupsi ya orang tetap pilih Gerindra. Cara berpikir pemilih di Indonesia seperti itu," pungkasnya.
Diberitakan SINDOnews sebelumnya, Ruhut Sitompul menyangkal membuat hoaks melalui postingannya tersebut. Ruhut menjelaskan bahwa bukan dirinya yang membuat foto editan soal Anies Baswedan berpakaian adat Papua lengkap dengan koteka.
Lihat Juga :