Langkah Pemerintah Cegah Hepatitis Akut Diapresiasi DPR
Selasa, 10 Mei 2022 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, setelah WHO menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua minggu terakhir. Para ahli masih meneliti penyebab penyakit tersebut.
Sempat beredar informasi di dunia maya menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 merupakan penyebab hepatitis akut. Kemenkes pun sudah membantah informasi itu. "Itu tidak benar. Kejadian saat ini tidak ada bukti berhubungan dengan vaksinasi Covid-19," ujar Lead Scientist kasus ini Hanifah Oswari.
Baca juga: Tak Terkait Vaksin, IDAI Ajak Masyarakat Kenali Gejala Hepatitis Misterius
Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak masyarakat mencegah penularan infeksi dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau cairan disinfektan. Kemudian, meminum air bersih yang matang, makan makanan bersih dan matang sepenuhnya, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya. Selain itu, gunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker, dan menjaga jarak.
"Untuk deteksi dini, apabila menemukan anak-anak dengan gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, kuning pada mata, penurunan kesadaran, kejang, lesu dan demam tinggi, agar diperiksa di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Ketua Umum IDAI Piprim B. Yanuarso.
Sempat beredar informasi di dunia maya menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 merupakan penyebab hepatitis akut. Kemenkes pun sudah membantah informasi itu. "Itu tidak benar. Kejadian saat ini tidak ada bukti berhubungan dengan vaksinasi Covid-19," ujar Lead Scientist kasus ini Hanifah Oswari.
Baca juga: Tak Terkait Vaksin, IDAI Ajak Masyarakat Kenali Gejala Hepatitis Misterius
Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak masyarakat mencegah penularan infeksi dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau cairan disinfektan. Kemudian, meminum air bersih yang matang, makan makanan bersih dan matang sepenuhnya, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya. Selain itu, gunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker, dan menjaga jarak.
"Untuk deteksi dini, apabila menemukan anak-anak dengan gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, kuning pada mata, penurunan kesadaran, kejang, lesu dan demam tinggi, agar diperiksa di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Ketua Umum IDAI Piprim B. Yanuarso.
(rca)
Lihat Juga :