Tak Terkait Vaksin, IDAI Ajak Masyarakat Kenali Gejala Hepatitis Misterius
Senin, 09 Mei 2022 - 11:45 WIB
loading...
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengimbau agar masyarakat mengenali gejala penyakit hepatitis akut untuk deteksi dini. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ) Piprim Basarah Yanuarso mengimbau agar masyarakat mengenali gejala penyakit hepatitis akut untuk deteksi dini. Dia mengatakan, kasus hepatitis akut yang sudah menyebar di beberapa negara termasuk Indonesia belum diketahui penyebabnya.
Dia mengungkapkan bahwa gejala hepatitis akut bisa berupa perubahan warna urine menjadi gelap dan atau fesesnya pucat. Pada tahap lebih lanjut bisa terdapat kuning pada mata dan pada kulitnya.
"Kemudian bisa terjadi gejala gatal, bisa disertai nyeri sendi, atau pegal-pegal, mual dan muntah atau nyeri perut. Kemudian anak merasa lesu, lelah, lemah, dan kehilangan nafsu makan," ujar Piprim melalui YouTube IDAI dikutip pada Senin (9/5/2022).
Baca juga: Heboh Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Perkuat Fasilitas Kesehatan
Kemudian bisa juga disertai gejala diare, gejala yang berat disertai dengan penurunan kesadaran, dan juga kejang-kejang. Pada pemeriksaan laboratorium, bisa didapatkan peningkatan hasil SGOT dan SGPT yang bisa mencapai lebih dari 500 unit/liter atau lebih dari 10 kali dari nilai normal.
"Kami mengimbau, langkah selanjutnya untuk masyarakat pertama agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan hati-hati," ungkapnya.
Dia mengungkapkan bahwa gejala hepatitis akut bisa berupa perubahan warna urine menjadi gelap dan atau fesesnya pucat. Pada tahap lebih lanjut bisa terdapat kuning pada mata dan pada kulitnya.
"Kemudian bisa terjadi gejala gatal, bisa disertai nyeri sendi, atau pegal-pegal, mual dan muntah atau nyeri perut. Kemudian anak merasa lesu, lelah, lemah, dan kehilangan nafsu makan," ujar Piprim melalui YouTube IDAI dikutip pada Senin (9/5/2022).
Baca juga: Heboh Hepatitis Akut Misterius, Kemenkes Perkuat Fasilitas Kesehatan
Kemudian bisa juga disertai gejala diare, gejala yang berat disertai dengan penurunan kesadaran, dan juga kejang-kejang. Pada pemeriksaan laboratorium, bisa didapatkan peningkatan hasil SGOT dan SGPT yang bisa mencapai lebih dari 500 unit/liter atau lebih dari 10 kali dari nilai normal.
"Kami mengimbau, langkah selanjutnya untuk masyarakat pertama agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada dan hati-hati," ungkapnya.
Lihat Juga :