Hati-hati Ancaman Krisis dari Tiga Jurusan

Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:35 WIB
loading...
A A A
Pekan lalu, misalnya, kapal induk USS Theodore Roosevelt, USS Nimitz, dan USS Ronald Reagan, sudah hadir di Laut Cina Selatan. Unjuk kekuatan militer semacam itu sangat tak lazim, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, sehingga harus disikapi sebagai penanda bakal ada yang berubah dalam geopolitik global dan kawasan ke depannya.

Jadi, kita tak lagi hanya menghadapi perang dagang antara Amerika dengan Cina, melainkan ancaman konflik, bahkan perang, yang bisa menyeret banyak negara di dalamnya. Sentimen anti-Cina, misalnya, kini sudah menjangkiti India. Negara-negara seperti Jepang, Vietnam, atau Australia, yang juga memiliki “masalah” dengan Cina, juga bisa memanaskan sentimen tersebut di kawasan.

Semua itu akan membuat dunia hari esok mungkin tak akan sama lagi dengan kemarin. Persoalannya adalah, menghadapi ancaman-ancaman itu, bagaimana sikap dan di mana posisi Indonesia? Saat negara-negara lain sedang sibuk mengkonsolidasikan kekuatan militer menghadapi dinamika geopolitik global, kita harus lebih sensitif terhadap dinamika politik global dan kawasan.

Saya sependapat dengan pernyataan Jeffrey Sachs, bahwa untuk menghadapi pandemi dan krisis yang menguntitnya, dibutuhkan kepemimpinan yang cakap. Yaitu para pemimpin yang bisa memobilisasi sumber daya nasional untuk merespon bencana dan krisis. Hanya pemimpin cakap yang akan bisa membawa sebuah negara keluar dari krisis dan pandemi. Kecakapan serta karakter kepemimpinan yang kuat itu, misalnya, kita lihat ada pada Merkel di Jerman, atau Ardern di Selandia Baru. Terbukti, keduanya berhasil membawa negaranya mengatasi pandemi dan krisis.

Hal kebalikan kita lihat ada pada Trump di Amerika. Selain belum bisa mengatasi pandemi, Trump juga gagal merespon secara dini gelombang protes terkait isu rasialisme di negaranya, sehingga berujung bentrok dan kerusuhan di banyak tempat. Saya ingin mengingatkan saja, para pemimpin sekarang sedang diuji. Bagaimana tempat mereka dalam sejarah, sangat ditentukan keberhasilan mereka mengatasi ancaman tiga krisis tadi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Berita Terkini
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved