Heboh Hepatitis Misterius, Begini Penjelasan IDI

Selasa, 03 Mei 2022 - 10:39 WIB
loading...
Heboh Hepatitis Misterius,...
Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban memberikan penjelasan mengenai Hepatitis misterius ini. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dunia tengah dihebohkan dengan penemuan jenis virus Hepatitis baru yang misterius. Virus yang pertama ditemukan di Inggris ini, kini sudah menyebar di 11 negara termasuk di antaranya Singapura dan Indonesia.

Terkait hal ini, Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban memberikan penjelasan mengenai Hepatitis misterius ini. Baca juga: Tiga Anak Meninggal Dunia karena Hepatitis Misterius, Ini Saran IDAI buat Masyarakat

“Hepatitis misterius pada anak-anak jadi bahasan hangat belakangan ini di seluruh dunia. Seratusan kasus dilaporkan, termasuk tiga anak di Indonesia yang meninggal. Apa yang sebenarnya terjadi?” ujar pria yang akrab disapa Prof Zubairi dalam cuitannya di @profesorzubairi yang telah dikonfirmasi MNC Portal, Selasa (3/5/2022).

Apa penyebab Hepatitis misterius ini, Zubairi menjelaskan para ahli sedang menyelidiki termasuk di Indonesia. Sebagian ditemukan Adenovirus 41, sebagian ditemukan SARS-CoV2 (virus Corona), sebagian kombinasi dua virus itu, dan masih mungkin dipicu penyebab lain.

“Apa itu Adenovirus? Virus umum yang sebabkan berbagai penyakit: pilek, demam, sakit tenggorokan, bronkitis, pneumonia, dan diare. Adenovirus 41 belum pernah terkait dengan Hepatitis, dan patogen umum ini biasanya bisa sembuh sendiri,” terangnya.

Bagaimana mendiagnosis Hepatitis misterius ini, Zubairi menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada tes yang dapat memastikan Hepatitis misterius ini. Yang jelas, ada syarat bahwa pasien harus negatif terhadap Hepatitis A-E, dan dengan kadar enzim transaksi Ade lebih dari 500 unit/liter.

“Belum ada tes yang memastikan. Tapi syaratnya adalah pasien harus negatif terhadap virus Hepatitis A, B, C, D, E dan dengan kadar enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter,” papar Zubairi.

Siapa saja yang terinfeksi, menurut Zubairi mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rentang usia yang diidentifikasi terjangkit Hepatitis misterius sejauh ini dari bayi 1 bulan sampai remaja 16 tahun.

“Menurut WHO, rentang usia pasien yang diidentifikasi sejauh ini antara bayi berusia satu bulan hingga remaja berusia 16 tahun,” ucapnya.

Adapun gejalanya, Zubairi menuturkan bahwa sebagian anak-anak mengalami gastrointestinal yang kemudian diikuti penyakit kuning. Dan hasil tes laboratoriumnya juga menunjukkan tanda peradangan hati yang parah, serta sebagian besar anak mengalami demam.

“Sebagian besar anak-anak ini mengalami masalah gastrointestinal terlebih dahulu, diikuti penyakit kuning. Tes laboratoriumnya juga menunjukkan tanda-tanda peradangan hati parah. Sebagian besar anak tidak mengalami demam,” jelasnya.

Soal dugaan terkait dengan vaksin Covid-19, menurut Satgas Covid-19 IDI ini, hipotesis tersebut tidak didukung data karena sebagian besar anak-anak yang terjangkit belum menerima vaksinasi Covid-19. Baca juga: 3 Anak Meninggal Akibat Keganasan Hepatitis Akut, Kemenkes RI Menghimbau Masyarakat Waspada

“Hipotesis ini tidak didukung data, karena sebagian besar anak-anak yang terkena Hepatitis misterius ini justru belum menerima vaksinasi Covid-19,” tutup Zubairi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum IDI Dorong Peningkatan...
Ketum IDI Dorong Peningkatan Anggaran Kesehatan
IDI dan Organisasi Masyarakat...
IDI dan Organisasi Masyarakat Desak Pemerintah Perkuat Pengendalian Konsumsi Zat Adiktif
IDI Minta Menkes Perbaiki...
IDI Minta Menkes Perbaiki Komunikasi Publik Buntut Celetukan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah
Menkes Sebut Pria dengan...
Menkes Sebut Pria dengan Ukuran Celana di Atas 33 Lebih Cepat Menghadap Allah, IDI: Terlalu Berlebihan
Marak Kasus Pelecehan...
Marak Kasus Pelecehan Seksual Dokter PPDS, IDI: Rumah Sakit Harus Ikut Bertanggung Jawab
Marak Dokter Cabul,...
Marak Dokter Cabul, Penyalahgunaan Kekuasaaan hingga Krisis Etika Jadi Faktor
Hepatitis B Kronis Tak...
Hepatitis B Kronis Tak Bisa Sembuh Total, Penderita Harus Minum Obat Seumur Hidup
Awak Stasiun Antariksa...
Awak Stasiun Antariksa Turun ke Bumi setelah Evakuasi Medis Misterius
Penyakit Misterius Menyebar...
Penyakit Misterius Menyebar di Gaza di Tengah Gempuran Bom Israel
Rekomendasi
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Sooyoung SNSD dan Jung...
Sooyoung SNSD dan Jung Kyung-ho Putus setelah 14 Tahun Pacaran
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Berita Terkini
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Kejagung Pelajari Bukti...
Kejagung Pelajari Bukti Terkait Pengajuan Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Komisi VI DPR: Kenaikan...
Komisi VI DPR: Kenaikan Harga BBM Dilakukan Tiba-tiba, Kami Belum dapat Informasi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved