Komentari Rektor ITK, Mahfud MD: Banyak Profesor yang Tadinya Tidak Berjilbab Menjadi Berjilbab
Minggu, 01 Mei 2022 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan Kepala Badan POM Penny Kusumastuti Lukito juga berjilbab. "Mereka pandai-pandai tapi toleran, meramu keislaman dan keindonesiaan dalam nasionalisme yang ramah," katanya.
Mahfud menjelaskan, pakaian yang Islami itu adalah niat menutup aurat dan sopan. Kata Mahfud, pilihannya pun bisa beragam karena model pakaian adalah produk budaya.
"Tak melulu harus menggunakan cadar atau gamis. Maka itu menuduh orang pakai penutup kepala seperti jilbab ala Indonesia, Melayu, Jawa, dan lain-lain sbg manusia gurun adalah salah besar," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam status di media sosialnya, Budi Santosa bercerita habis menguji sejumlah mahasiswa berprestasi. Dalam tulisannya, dia menunjukkan antiterhadap mahasiswa yang mengucapkan kalimat dalam ajaran Islam seperti insyaallah, barakallah, dan qadarullah.
Berikut kutipantulisan rektor tersebut:
Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri. Program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa. Jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa. Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo.
Mahfud menjelaskan, pakaian yang Islami itu adalah niat menutup aurat dan sopan. Kata Mahfud, pilihannya pun bisa beragam karena model pakaian adalah produk budaya.
"Tak melulu harus menggunakan cadar atau gamis. Maka itu menuduh orang pakai penutup kepala seperti jilbab ala Indonesia, Melayu, Jawa, dan lain-lain sbg manusia gurun adalah salah besar," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam status di media sosialnya, Budi Santosa bercerita habis menguji sejumlah mahasiswa berprestasi. Dalam tulisannya, dia menunjukkan antiterhadap mahasiswa yang mengucapkan kalimat dalam ajaran Islam seperti insyaallah, barakallah, dan qadarullah.
Berikut kutipantulisan rektor tersebut:
Saya berkesempatan mewawancara beberapa mahasiswa yang ikut mobilitas mahasiswa ke luar negeri. Program Dikti yang dibiayai LPDP ini banyak mendapat perhatian dari para mahasiswa. Mereka adalah anak-anak pinter yang punya kemampuan luar biasa. Jika diplot dalam distribusi normal, mereka mungkin termasuk 2,5% sisi kanan populasi mahasiswa. Tidak satu pun saya mendapatkan mereka ini hobi demo.
Lihat Juga :