Elektabilitas Ganjar dan Anies Stagnan, IPN: Terganjal Tiket Capres dan Arahan Jokowi
Rabu, 27 April 2022 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
“Di samping itu prestasi kinerja dan dukungannya yang kuat terhadap program-program pertahanan Jokowi berikut kepercayaan yang diraihnya dari Jokowi juga menjadi daya tarik pemilih Jokowi untuk menjatuhkan pilihan kepadanya,” terangnya.
Sementara itu, kata Ike, elektabilitas Ganjar dan Anies cenderung stagnan karena menghadapi masalah dukungan parpol yang belum jelas dan ketidakpastian dukungan pemilih. Tentang ketidakpastian dukungan pemilih, disinyalir pemilih Jokowi yang menjadi basis utama pemilih Ganjar sebagian besar masih belum memastikan pilihannya karena masih menunggu semacam arahan dari Jokowi. Sementara Anies yang punya basis pemilih yang sama dengan Prabowo.
“Pengaruh kedua tokoh (Jokowi dan Prabowo) ini diduga masih sangat kuat. Bukan tidak mungkin arus mudik pemilih ke Prabowo dari Anies dan calon-calon seperti Sandi, Ridwan Kamil dan lainnya akan terjadi bila kepastian pasangan capres-cawapres yang akan bersaing telah terbentuk,” ungkapnya.
Diketahui, survei ini dilakukan pada 17-27 Maret 2022 di 34 provinsi di Indonesia. Survei mengambil sampel sebesar 1.200 responden dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling.
Sementara margin of error +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden dengan bantuan kuesioner.
Sementara itu, kata Ike, elektabilitas Ganjar dan Anies cenderung stagnan karena menghadapi masalah dukungan parpol yang belum jelas dan ketidakpastian dukungan pemilih. Tentang ketidakpastian dukungan pemilih, disinyalir pemilih Jokowi yang menjadi basis utama pemilih Ganjar sebagian besar masih belum memastikan pilihannya karena masih menunggu semacam arahan dari Jokowi. Sementara Anies yang punya basis pemilih yang sama dengan Prabowo.
“Pengaruh kedua tokoh (Jokowi dan Prabowo) ini diduga masih sangat kuat. Bukan tidak mungkin arus mudik pemilih ke Prabowo dari Anies dan calon-calon seperti Sandi, Ridwan Kamil dan lainnya akan terjadi bila kepastian pasangan capres-cawapres yang akan bersaing telah terbentuk,” ungkapnya.
Diketahui, survei ini dilakukan pada 17-27 Maret 2022 di 34 provinsi di Indonesia. Survei mengambil sampel sebesar 1.200 responden dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling.
Sementara margin of error +/- 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden dengan bantuan kuesioner.
(rca)
Lihat Juga :