Ahli Ingatkan Potensi Tsunami Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Seperti 2018
Selasa, 26 April 2022 - 00:17 WIB
loading...
Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia, Gegar S Prasetya mengingatkan potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau seperti 2018 lalu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia, Gegar S Prasetya mengingatkan potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau seperti 2018 lalu. Tsunami Selat Sunda pada 2018 dikarenakan oleh adanya longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hal itu disampaikan Gegar mengingat, saat ini sedang terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. “Mitigasi sebenarnya masyarakat tetap diimbau waspada,” kata Gegar saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (25/4/2022).
Gegar pun menjelaskan belajar dari peristiwa tsunami yang terjadi pada 2018 lalu yang memiliki tipikal propagation, maka area-area yang terdampak tsunami juga sama seperti tsunami tahun itu.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, Ini Peta Kawasan Rawan Bencananya
“Tapi kita belajar dari peristiwa yang terjadi tahun 2018, bahwa tipikal tsunami yang terjadi memiliki tipikal propagation. Jadi area-area yang memang pernah terdampak hebat pada peristiwa 2018 kemarin, maka jika terjadi tsunami lagi, maka area-area tersebut juga akan mengalami hal yang sama. Jadi pesan kami itu saja, dari kami bahwa masyarakat diharapkan waspada untuk area-area yang pernah terlanda tsunami di 2018 kemarin,” tambahnya.
Hal itu disampaikan Gegar mengingat, saat ini sedang terjadi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. “Mitigasi sebenarnya masyarakat tetap diimbau waspada,” kata Gegar saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (25/4/2022).
Gegar pun menjelaskan belajar dari peristiwa tsunami yang terjadi pada 2018 lalu yang memiliki tipikal propagation, maka area-area yang terdampak tsunami juga sama seperti tsunami tahun itu.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, Ini Peta Kawasan Rawan Bencananya
“Tapi kita belajar dari peristiwa yang terjadi tahun 2018, bahwa tipikal tsunami yang terjadi memiliki tipikal propagation. Jadi area-area yang memang pernah terdampak hebat pada peristiwa 2018 kemarin, maka jika terjadi tsunami lagi, maka area-area tersebut juga akan mengalami hal yang sama. Jadi pesan kami itu saja, dari kami bahwa masyarakat diharapkan waspada untuk area-area yang pernah terlanda tsunami di 2018 kemarin,” tambahnya.
Lihat Juga :