Angka Kematian COVID-19 Tertinggi di Asia Tenggara Harus Jadi Alarm
Jum'at, 19 Juni 2020 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
"Kita juga kalah jauh dari negara tetangga dengan Singapura peringkat 12, Malaysia 44, Vietnam 58, Thailad 64, Filipina 110 dan Kamboja 114 dunia," kata legislator dari Dapil Jakata Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.
Lebih lanjut dia mengatakan, data dan fakta tersebut harus menjadi evaluasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh oleh pemerintah. Dia menambahkan, semua negara juga mengalami Pandemi dan permasalahan kesehatan yang juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa negara melaluinya dengan penanganan yang baik.
"Bukan hanya soal COVID-19, tapi posisi kita yang kurang baik dalam data-data kualitas kesehatan tersebut harus menjadi cermin. Kita tidak sendiri mengalami semua masalah kesehatan tersebut, tetapi banyak negara yang berhasil melalui dengan baik. Tidak perlu sungkan untuk belajar penanganan berbagai masalah kesehatan dari negara lain, termasuk negara tetangga," tuturnya.
Dirinya berharap selain kasus COVID-19 semua permasalahan kesehatan di Indonesia tetap harus mendapat perhatian. "Tugas negara adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Pastikan kebijakan kesehatan dalam jalur yang tepat sehingga masyarakat bisa ikut mendukung. Kita wajib optimistis, tetapi pemerintah harus menunjukkan keseriusannya," pungkasnya. (Baca juga: Ratusan Nasabah di Banyumas Histeris Mengetahui Uangnya Rp5 M Raib)
Sekadar diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada Rabu (17/6/2020) melansir, Indonesia memiliki 41.431 orang positif COVID-19 dengan 2.276 meninggal dan 16.243 sembuh. Angka itu menyalip kasus di Singapura dengan 41.216 positif COVID-19 dan 26 meninggal dunia. Filipina berada di urutan tiga dengan 26.781 kasus positif dan 1.103 orang meninggal dunia.
Lebih lanjut dia mengatakan, data dan fakta tersebut harus menjadi evaluasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh oleh pemerintah. Dia menambahkan, semua negara juga mengalami Pandemi dan permasalahan kesehatan yang juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Beberapa negara melaluinya dengan penanganan yang baik.
"Bukan hanya soal COVID-19, tapi posisi kita yang kurang baik dalam data-data kualitas kesehatan tersebut harus menjadi cermin. Kita tidak sendiri mengalami semua masalah kesehatan tersebut, tetapi banyak negara yang berhasil melalui dengan baik. Tidak perlu sungkan untuk belajar penanganan berbagai masalah kesehatan dari negara lain, termasuk negara tetangga," tuturnya.
Dirinya berharap selain kasus COVID-19 semua permasalahan kesehatan di Indonesia tetap harus mendapat perhatian. "Tugas negara adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Pastikan kebijakan kesehatan dalam jalur yang tepat sehingga masyarakat bisa ikut mendukung. Kita wajib optimistis, tetapi pemerintah harus menunjukkan keseriusannya," pungkasnya. (Baca juga: Ratusan Nasabah di Banyumas Histeris Mengetahui Uangnya Rp5 M Raib)
Sekadar diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada Rabu (17/6/2020) melansir, Indonesia memiliki 41.431 orang positif COVID-19 dengan 2.276 meninggal dan 16.243 sembuh. Angka itu menyalip kasus di Singapura dengan 41.216 positif COVID-19 dan 26 meninggal dunia. Filipina berada di urutan tiga dengan 26.781 kasus positif dan 1.103 orang meninggal dunia.
(kri)
Lihat Juga :