Sekjen MUI Ingatkan Ulama Pewaris Nabi: Wadah Ini Wajib Dijaga
Senin, 18 April 2022 - 09:52 WIB
loading...
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan mengatakan MUI sebagai wadah ulama harus dijaga. Foto/muhammadiyah.or.id
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI ) Amirsyah Tambunan mengingatkan bahwa ulama adalah pewaris nabi. Ulama punya peran strategis sebagai himayatul ummah dan shodiqul hukumah.
"Peran ulama sebagai pewaris nabi dan penjaga misi kenabian. Seorang ulama bukan hanya sekedar simbol belaka, tapi harus selaras dengan implementasi dari keilmuan yang dimilikinya,” kata Buya Amirsyah, dikutip dari MUI Online, Senin (18/4/2022).
Baca juga: Waketum MUI Sesalkan Cuitan Ferdinand Hutahaean Allahmu Lemah
Selain itu, Amirsyah juga beberapa peran ulama sebagai pelayan umat di Indonesia yaitu sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kemudian, ulama untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Serta, kiprah berbagai latar belakang ulama di Indonesia yang direpresentasikan dalam satu organisasi yaitu MUI sebagai tenda besar umat untuk semua golongan.
Dengan demikian, tanggung jawab untuk melayani umat, kata Amirsyah bukan hanya tugas MUI semata. Tetapi kerja sama dari berbagai pihak menjadi kekuatan utuh untuk melayani umat atau khodimul umat.
“MUI didirikan pada 26 Juli 1975 atau 7 Rajab 1395 dari hasil musyawarah para ulama dan cendekiawan muslim di Indonesia. Karenanya wadah ini harus dijaga bersama dalam menaungi keberagaman di Indonesia,” kata dia.
"Peran ulama sebagai pewaris nabi dan penjaga misi kenabian. Seorang ulama bukan hanya sekedar simbol belaka, tapi harus selaras dengan implementasi dari keilmuan yang dimilikinya,” kata Buya Amirsyah, dikutip dari MUI Online, Senin (18/4/2022).
Baca juga: Waketum MUI Sesalkan Cuitan Ferdinand Hutahaean Allahmu Lemah
Selain itu, Amirsyah juga beberapa peran ulama sebagai pelayan umat di Indonesia yaitu sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Kemudian, ulama untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Serta, kiprah berbagai latar belakang ulama di Indonesia yang direpresentasikan dalam satu organisasi yaitu MUI sebagai tenda besar umat untuk semua golongan.
Dengan demikian, tanggung jawab untuk melayani umat, kata Amirsyah bukan hanya tugas MUI semata. Tetapi kerja sama dari berbagai pihak menjadi kekuatan utuh untuk melayani umat atau khodimul umat.
“MUI didirikan pada 26 Juli 1975 atau 7 Rajab 1395 dari hasil musyawarah para ulama dan cendekiawan muslim di Indonesia. Karenanya wadah ini harus dijaga bersama dalam menaungi keberagaman di Indonesia,” kata dia.
Lihat Juga :