Mendagri Minta Pemda Tinggalkan Pola Konvesional dalam Pengelolaan Sampah
Minggu, 17 April 2022 - 17:57 WIB
loading...
A
A
A
”Bali dikenal dengan keindahan alam, terutama pantai dan budayanya. Keindahan alam ini perlu dipelihara bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Apalagi Bali merupakan tujuan destinasi wisata dunia. Namun, keindahan alam dan citra Bali sempat tercoreng saat menyebarnya video wisatawan asal Inggris Rich Horner yang menyelam di Nusa Penida,” ucapnya.
Dalam video yang beredar, saat berada di dalam laut Horner di kelilingi sampah plastik. Suara keprihatian dari berbagai pihak pun muncul. Pencemaran dan banyaknya sampah plastik di laut Bali harus menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Tito menuturkan pertambahan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang menyebabkan meningkatnya jumlah dan jenis sampah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2021, total sampah dari 235 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mencapai 26,5 juta ton per tahun. “Sampah yang bersumber dari rumah tangga mendominasi, yaitu sebesar 39,41%. Disusul oleh sektor perniagaan 23,09% dan pasar 13,32%. Sedangkan, untuk komposisi sampah berdasarkan jenisnya, yang pertama, organic sebesar 54,1% dan nonorganik 38,65%, dan lainnya 7,25%,” ujarnya.
Dari data itu, kata Tito, semua pihak harus lebih cermat dan detail melihat sampah hingga ke sumbernya. “Di sini harus kita akui masih rendahnya kesadaran dan kemampuan memilah di sumber sampah, terutama tingkat rumah tangga. Ini yang menyebabkan timbulan sampah tidak terkelola secara nasionak mencapai 9 juta ton per tahun,” ujar mantan Kapolri itu.
Itu bukan angka yang kecil karena mencapai 34.5% dari total sampah. Khusus Bali, sampah tidak terkelola sebanyak 218 ton pada 2020. Ini tentu masalah serius karena sampah yang menumpuk akan mengganggu kenyaman masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
“Situasi ini mendorong kita semua untuk mencari solusi yang komprehensif dan bersifat segera mengingat Bali dan khususnya kawasan Sarbagita merupakan destinasi wisata dunia. Yang lebih penting lagi, dalam waktu dekat di November akan menjadi lokasi pertemuan puncak Presidensi G20,” tegasnya.
Tito menyebut kesuksesan penyelenggaraan KTT G20 ditentukan banyak faktor, salah satunya pengelolaan sampah. Pemerintah pusat telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Penyelenggaraan Acara Internasional di Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Dalam video yang beredar, saat berada di dalam laut Horner di kelilingi sampah plastik. Suara keprihatian dari berbagai pihak pun muncul. Pencemaran dan banyaknya sampah plastik di laut Bali harus menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Tito menuturkan pertambahan jumlah penduduk dan gaya hidup masyarakat yang terus berkembang menyebabkan meningkatnya jumlah dan jenis sampah.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2021, total sampah dari 235 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mencapai 26,5 juta ton per tahun. “Sampah yang bersumber dari rumah tangga mendominasi, yaitu sebesar 39,41%. Disusul oleh sektor perniagaan 23,09% dan pasar 13,32%. Sedangkan, untuk komposisi sampah berdasarkan jenisnya, yang pertama, organic sebesar 54,1% dan nonorganik 38,65%, dan lainnya 7,25%,” ujarnya.
Dari data itu, kata Tito, semua pihak harus lebih cermat dan detail melihat sampah hingga ke sumbernya. “Di sini harus kita akui masih rendahnya kesadaran dan kemampuan memilah di sumber sampah, terutama tingkat rumah tangga. Ini yang menyebabkan timbulan sampah tidak terkelola secara nasionak mencapai 9 juta ton per tahun,” ujar mantan Kapolri itu.
Itu bukan angka yang kecil karena mencapai 34.5% dari total sampah. Khusus Bali, sampah tidak terkelola sebanyak 218 ton pada 2020. Ini tentu masalah serius karena sampah yang menumpuk akan mengganggu kenyaman masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
“Situasi ini mendorong kita semua untuk mencari solusi yang komprehensif dan bersifat segera mengingat Bali dan khususnya kawasan Sarbagita merupakan destinasi wisata dunia. Yang lebih penting lagi, dalam waktu dekat di November akan menjadi lokasi pertemuan puncak Presidensi G20,” tegasnya.
Tito menyebut kesuksesan penyelenggaraan KTT G20 ditentukan banyak faktor, salah satunya pengelolaan sampah. Pemerintah pusat telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Penyelenggaraan Acara Internasional di Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Lihat Juga :