Waspada, Ponsel Bisa Jadi Medium Penyebaran Virus Corona
Jum'at, 19 Juni 2020 - 06:59 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya menular dengan medium ponsel, hasil penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine menyebutkan virus corona bisa bertahan di kertas selama empat hari, gelas selama empat hari, kardus selama 24 jam, kayu selama dua hari, plastik selama tiga hari dan logam selama 4 jam.
"Virus corona bisa ditemukan dalam berbagai pemukaan benda. Itu bisa terlihat dalam kasus orang terinfeksi virus corona di kapal pesiar Diamond Princess," demikian analisis baru Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS). Analisi CDC menyebutkan, prosedur disenfektan terhadap benda yang terkena virus corona harus dilakukan. Namun, CDC tidak berani menyimpulkan kalau partikel virus corona pada permukaan tersebut bisa menginfeksi orang. (Baca juga: Sri Mulyani Tidak Ingin Rupiah Terlalu Kuat, Ini Alasannya)
Penelitian lain yang dipublikasikan di The Journal of Hospital Infection menganalisis kajian yang membahas berapa lama virus corona bertahan di luar tubuh manusia. Para peneliti menyimpulkan, virus corona bisa bertahan di permukaan logam, gelas dan plastik sembilan hari. Mereka membandingkan, virus flu hanya bertahan di permukaan benda selama 48 jam saja. Menariknya, virus corona tidak bisa bertahan dan tidak aktif pada temperatur di atas 30 derajat Celsius.
Jangan Bermain Gawai di KRL
Sementara itu, para pengguna Commuterline yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dianjurkan tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Sebab, perangkat tersebut berpotensi tercemar oleh virus.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network, Edward Faisal, mengatakan bahwa sejumlah virus, termasuk SARS-CoV-2 atau corona jenis baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari. “Saat virus menempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah,” katanya.
Menurut Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Penularan lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar. Transmisi virus ke gadget juga bisa berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet ini dapat keluar ketika manusia berbicara apabila tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak. (Baca juga: Pimpinan MPR Ikut Sepakat Tunda Pembahasan RUU HIP)
Karena itu, Edward menyarankan agar para pengguna tidak menggunakan gawainya selama di dalam perjalanan menggunakan KRL. “Kalau ada orang ngomong akan bertambah lagi (potensi cemaran virusnya),” katanya.
"Virus corona bisa ditemukan dalam berbagai pemukaan benda. Itu bisa terlihat dalam kasus orang terinfeksi virus corona di kapal pesiar Diamond Princess," demikian analisis baru Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS). Analisi CDC menyebutkan, prosedur disenfektan terhadap benda yang terkena virus corona harus dilakukan. Namun, CDC tidak berani menyimpulkan kalau partikel virus corona pada permukaan tersebut bisa menginfeksi orang. (Baca juga: Sri Mulyani Tidak Ingin Rupiah Terlalu Kuat, Ini Alasannya)
Penelitian lain yang dipublikasikan di The Journal of Hospital Infection menganalisis kajian yang membahas berapa lama virus corona bertahan di luar tubuh manusia. Para peneliti menyimpulkan, virus corona bisa bertahan di permukaan logam, gelas dan plastik sembilan hari. Mereka membandingkan, virus flu hanya bertahan di permukaan benda selama 48 jam saja. Menariknya, virus corona tidak bisa bertahan dan tidak aktif pada temperatur di atas 30 derajat Celsius.
Jangan Bermain Gawai di KRL
Sementara itu, para pengguna Commuterline yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dianjurkan tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Sebab, perangkat tersebut berpotensi tercemar oleh virus.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network, Edward Faisal, mengatakan bahwa sejumlah virus, termasuk SARS-CoV-2 atau corona jenis baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari. “Saat virus menempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah,” katanya.
Menurut Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Penularan lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar. Transmisi virus ke gadget juga bisa berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet ini dapat keluar ketika manusia berbicara apabila tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak. (Baca juga: Pimpinan MPR Ikut Sepakat Tunda Pembahasan RUU HIP)
Karena itu, Edward menyarankan agar para pengguna tidak menggunakan gawainya selama di dalam perjalanan menggunakan KRL. “Kalau ada orang ngomong akan bertambah lagi (potensi cemaran virusnya),” katanya.
Lihat Juga :