Zulhas Tegaskan Penundaan Pemilu 2024 Tak Mungkin Terwujud
Kamis, 14 April 2022 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Zulhas Minta Kader PAN Tetap Hormati Amien Rais dan Din Syamsuddin
Di sisi lain, wakil rakyat termuda di DPRD Kota Tangerang ini memandang isu kesejahteraan rakyat di tengah krisis multidimensi akibat Covid-19 semestinya menjadi polemik utama yang harus segera dicari jalan keluarnya. Apalagi, situasi global ini sangat memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, dan memberikan kontribusi naiknya angka kemiskinan serta pengangguran di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang.
Berdasarkan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS Kota Tangerang, angka kemiskinan yang semula 118,22 ribu naik menjadi 134,24 ribu jiwa di Tahun 2022. "Turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini menjadi pekerjaan rumah bukan hanya bagi pemerintah daerah dan kami di DPRD, namun seluruh elemen masyarakat di Kota Tangerang," kata Dwiki.
Dwiki memandang perlu komitmen bersama yang teguh untuk memulihkan kesejahteraan khususnya ekonomi rakyat yang masih berfluktuasi usai dihantam badai pandemi Covid-19, salah satunya dengan memprioritaskan kembali program kesejahteraan rakyat sebagai amanat nasional. Hal ini bertujuan untuk membangun sekaligus menguatkan kembali fondasi ekonomi masyarakat yang sempat porak poranda gegara pandemi Covid-19, untuk mengilangkan kesenjangan kesejahteraan masyarakat.
"Benar kata Bang Zulhas, masalah kesenjangan tidak bisa dipandang remeh. Jika kesenjangan bisa diminimalisir, maka perlahan semua dampak negatif kemiskinan seperti pengangguran akan hilang dengan sendirinya," kata Dwiki.
Di sisi lain, wakil rakyat termuda di DPRD Kota Tangerang ini memandang isu kesejahteraan rakyat di tengah krisis multidimensi akibat Covid-19 semestinya menjadi polemik utama yang harus segera dicari jalan keluarnya. Apalagi, situasi global ini sangat memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, dan memberikan kontribusi naiknya angka kemiskinan serta pengangguran di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang.
Berdasarkan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS Kota Tangerang, angka kemiskinan yang semula 118,22 ribu naik menjadi 134,24 ribu jiwa di Tahun 2022. "Turunnya tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini menjadi pekerjaan rumah bukan hanya bagi pemerintah daerah dan kami di DPRD, namun seluruh elemen masyarakat di Kota Tangerang," kata Dwiki.
Dwiki memandang perlu komitmen bersama yang teguh untuk memulihkan kesejahteraan khususnya ekonomi rakyat yang masih berfluktuasi usai dihantam badai pandemi Covid-19, salah satunya dengan memprioritaskan kembali program kesejahteraan rakyat sebagai amanat nasional. Hal ini bertujuan untuk membangun sekaligus menguatkan kembali fondasi ekonomi masyarakat yang sempat porak poranda gegara pandemi Covid-19, untuk mengilangkan kesenjangan kesejahteraan masyarakat.
"Benar kata Bang Zulhas, masalah kesenjangan tidak bisa dipandang remeh. Jika kesenjangan bisa diminimalisir, maka perlahan semua dampak negatif kemiskinan seperti pengangguran akan hilang dengan sendirinya," kata Dwiki.
(abd)
Lihat Juga :