Sebut Agen Perubahan, Jenderal Dudung: Mahasiswa Garda Terdepan Penjaga Pancasila
Kamis, 14 April 2022 - 01:09 WIB
loading...
A
A
A
”Beberapa negara yang mengalami peperangan padahal negara-negara itu berada dalam satu daratan. Bangsa Indonesia sendiri sebagai negara kepulauan cukup rentan terjadinya konflik komunalistik karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar,” jelasnya.
KSAD menjelaskan, semangat pendiri bangsa dalam menyusun dasar negara berdasarkan keutamaan kepentingan bangsa, bukan kepentingan golongan. Menurutnya, Indonesia dibangun kerena perbedaan dan karena keragaman. Baca juga: Diam-diam, Jenderal TNI Dudung Perhatikan Kesejahteraan Prajurit
”Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang saat ini dirasakan, karena adanya persatuan dan kesatuan, gotong royong dan semangat rela berkorban. Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia telah terbukti pada saat perang mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Dudung mengajak mahasiswa untuk terus menjadi penjaga tegaknya Pancasila sekaligus sebagai penerus bangsa. Menurut dia, mahasiswa bisa mencegah kelompok yang berupaya memecah belah bangsa.
”Dengan intelektual yang tinggi dan narasi yang mudah dipahami dan mahasiswa sebagai kontrol sosial dari kelompok-kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.
KSAD menjelaskan, semangat pendiri bangsa dalam menyusun dasar negara berdasarkan keutamaan kepentingan bangsa, bukan kepentingan golongan. Menurutnya, Indonesia dibangun kerena perbedaan dan karena keragaman. Baca juga: Diam-diam, Jenderal TNI Dudung Perhatikan Kesejahteraan Prajurit
”Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang saat ini dirasakan, karena adanya persatuan dan kesatuan, gotong royong dan semangat rela berkorban. Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia telah terbukti pada saat perang mempertahankan kemerdekaan,” ungkapnya.
Oleh karenanya, Dudung mengajak mahasiswa untuk terus menjadi penjaga tegaknya Pancasila sekaligus sebagai penerus bangsa. Menurut dia, mahasiswa bisa mencegah kelompok yang berupaya memecah belah bangsa.
”Dengan intelektual yang tinggi dan narasi yang mudah dipahami dan mahasiswa sebagai kontrol sosial dari kelompok-kelompok yang berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.
(ams)
Lihat Juga :