PKB Memposisikan Diri Lewat Sejarah Khittah NU
Rabu, 13 April 2022 - 21:08 WIB
loading...
A
A
A
“Pun juga dengan momentum Ramadhan ini sebenarnya banyak memberikan ruang bagi kita untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual kita dengan banyak membaca dan berbagi ilmu dengan sesama,” papar Cucun.
Dalam konteks meningkatkan kapasitas intelektual ini, lanjut Cucun, Fraksi PKB juga mengadakan kegiatan bedah buku bertajuk Historiografi Khittah dan Politik NU karya Ahmad Baso. Sebagai partai politik yang dilahirkan untuk memperjuangkan kepentingan Jam’iyah maupun Jamaah NU maka sudah seharusnya setiap kader PKB memahami bagaimana sejarah Khittah NU.
“Dengan memahami Khittah NU secara utuh maka kader PKB bisa mengetahui bagaimana memposisikan diri secara tepat dalam memperjuangkan kepentingan politik nahdliyin,” ungkapnya.
Cucun mengakui bahwa memang selama ini banyak yang salah dalam mempersepsikan Khittah NU. Khittah NU sering diartikan sebagai garis demarkasi ketat agar NU tidak boleh ikut-ikutan dalam politik kekuasaan. Padahal justru dengan khittah NU, harusnya warga NU mampu merumuskan kepentingan politik dan bagaimana cara meraihnya. Baca juga: Jokowi Larang Ngomong 3 Periode, Politikus PKB Minta Menteri Taat
“Buku karya Pak Ahmad Baso sebagai intelektual NU menurut kami cukup representatif dan obyektif dalam mengupas bagaimana sejarah Khittah baik dari sisi pemikiran maupun gerakan yang ditunjang dengan bukti-bukti otentik. Ini juga akan menjadi bacaan bagus selama Bulan Ramadhan ini,” pungkasnya.
Dalam konteks meningkatkan kapasitas intelektual ini, lanjut Cucun, Fraksi PKB juga mengadakan kegiatan bedah buku bertajuk Historiografi Khittah dan Politik NU karya Ahmad Baso. Sebagai partai politik yang dilahirkan untuk memperjuangkan kepentingan Jam’iyah maupun Jamaah NU maka sudah seharusnya setiap kader PKB memahami bagaimana sejarah Khittah NU.
“Dengan memahami Khittah NU secara utuh maka kader PKB bisa mengetahui bagaimana memposisikan diri secara tepat dalam memperjuangkan kepentingan politik nahdliyin,” ungkapnya.
Cucun mengakui bahwa memang selama ini banyak yang salah dalam mempersepsikan Khittah NU. Khittah NU sering diartikan sebagai garis demarkasi ketat agar NU tidak boleh ikut-ikutan dalam politik kekuasaan. Padahal justru dengan khittah NU, harusnya warga NU mampu merumuskan kepentingan politik dan bagaimana cara meraihnya. Baca juga: Jokowi Larang Ngomong 3 Periode, Politikus PKB Minta Menteri Taat
“Buku karya Pak Ahmad Baso sebagai intelektual NU menurut kami cukup representatif dan obyektif dalam mengupas bagaimana sejarah Khittah baik dari sisi pemikiran maupun gerakan yang ditunjang dengan bukti-bukti otentik. Ini juga akan menjadi bacaan bagus selama Bulan Ramadhan ini,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :