Jokowi Minta Pengganti Anies Baswedan dan 6 Gubernur Disiapkan Jelang Akhir Jabatan

Minggu, 10 April 2022 - 22:37 WIB
loading...
Jokowi Minta Pengganti Anies Baswedan dan 6 Gubernur Disiapkan Jelang Akhir Jabatan
Presiden Jokowi meminta Kemendagri menyiapkan calon pengganti 101 kepala daerah yang habis masa jabatannya pada tahun ini. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera menyiapkan calon pengganti para kepala daerah yang habis masa jabatannya pada tahun ini. Jokowi menyebut, ada 101 kepala daerah yang bakal habis masa jabatannya pada tahun ini.

Ada tujuh guberbur yang habis masa jabatannya sebelum Pemilu dan Pilkada 2024. Mereka adalah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Banten Wahidin, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan serta Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

"Kita juga harus menyiapkan pejabat gubernur, pejabat bupati, pejabat wali kota yang berakhir masa jabatannya di 2022 ini. Ada 101 daerah, disiapkan karena ada 7 Gubernur, 76 Bupati, dan ada 18 wali kota yang harus diisi," ujar Jokowi saat memberikan pengantar dalam Rapat Persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (10/4/2022).

Baca juga: Termasuk Anies, Ini 7 Gubernur yang Habis Masa Jabatannya Tahun 2022

Jokowi mengingatkan calon pengganti para kepala daerah harus diseleksi dengan baik. Sebab, para calon kepala daerah harus siap menghadapi situasi ekonomi yang kurang baik. Di mana, perlu kepala daerah yang memiliki jiwa kepemimpinan kuat.

"Sehingga kita mendapatkan pejabat daerah yang kapabel, memiliki leadership yang kuat dan menjalankan tugas yang berat di tengah situasi ekonomi global yang tidak mudah," bebernya.

Baca juga: 101 Kepala Daerah Berakhir Masa Jabatannya Tahun Ini, Kemendagri Diminta Carikan Pengganti

Menurut Jokowi, kepala daerah yang kompeten dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat dibutuhkan dalam persiapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 sehingga bisa mempersiapkan pesta demokrasi dengan baik.

"Sudah jelas pemilu dilaksanakan 14 Februari 2024, ini perlu dijelaskan jangan sampai nanti muncul spekulasi yang isunya beredar di masyarakat pemerintah tengah melakukan penundaan pemilu, atau spekulasi perpanjangan jabatan presiden dan yang berhubungan dengan tiga periode," tegas Jokowi.

(cip)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1313 seconds (10.177#12.26)