Demokrat Tegaskan Tolak Masa Jabatan Presiden 3 Periode

Senin, 04 April 2022 - 17:39 WIB
loading...
Demokrat Tegaskan Tolak...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menolak wacana masa jabatan presiden 3 periode. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menolak wacana masa jabatan presiden 3 periode yang digaungkan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

"Jelas kita tolak (wacana) itu," kata AHY kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Penolakan ini menjadi penegasan putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengingat sebelumnya AHY pernah menyatakan menolak tegas wacana penundaan Pemilu Pemilu 2024, sebelum Apdesi melontarkan wacana Jokowi 3 periode.

"Ini kan, pintu masuknya jelas. Kalau mau lakukan perubahan, katanya konstitusi harus diamendemen dulu. Lalu batasnya apa? Ditunda 3 tahun? Kenapa tidak 10 tahun saja sekalian? Artinya ini bahaya. Siapa yang tahu berhenti di mana?" kata AHY kala itu.



Ketegasan AHY terkait hal ini, mendapat dukungan penuh seluruh insan Demokrat, mulai DPP hingga akar rumput partai di pelosok Tanah Air. Anggota Fraksi Partai Demokrat Kota Tangerang, Gunawan Dewantoro memastikan seluruh insan, kader dan simpatisan Demokrat bersama rakyat di seluruh Indonesia, akan berjuang bersama AHY untuk menegakkan konstitusi negara dengan menolak 3 periode Jokowi.

"Pertama, kami kader Demokrat seluruh Indonesia teguh sami'na wa atho'na dengan Mas AHY. Kedua, perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode jelas sangat berbahaya karena dapat mengulang kembali sejarah kelam masa Orde Baru," kata Gunawan Dewantoro kepada wartawan, Senin (4/4/2022).

Selain bertentangan dengan konstitusi, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Tangerang ini memandang perpanjangan masa jabatan presiden juga tidak sesuai dengan semangat dan ruh reformasi, yang digelorakan mahasiswa bersama rakyat Indonesia 23 tahun lalu. "Kalau kepala desa ingin jabat 3 periode, tidak apa-apa karena ada rules-nya. Kalau presiden ya cukup 2 periode saja. Bukannya Pak Jokowi sedari awal tegas katakan tidak mau 3 periode," tutur Gunawan.

Baca juga: Politikus PDIP Tanya soal Apdesi Deklarasi Jokowi 3 Periode, Mensesneg: Itu Setelah Kami Pergi

Salah satu aktivis 98 ini meminta elite-elite politik untuk tidak melupakan seluruh jasa pengorbanan rakyat Indonesia khususnya mahasiswa, yang rela terluka parah hingga meregang nyawa demi reformasi dan tegaknya demokrasi di Indonesia.

"Saya menyaksikan langsung sahabat-sahabat saya tumbang terluka hingga meregang nyawa memperjuangkan reformasi. Saat itu (di Gedung DPR RI) saya terluka setelah dipopor oknum aparat. Satu tujuan, kita rela mati demi reformasi," ujar Gunawan.

Loyalis AHY ini memastikan dirinya bersama segenap aktivis 98 seluruh Indonesia, akan menggunakan cara-cara konstitusi hingga turun kembali ke jalan untuk menggagalkan upaya siapa pun yang ingin melanggengkan kekuasaan di republik ini.

"Ingat, hampir seperempat abad kita telah mempertahankan cita-cita suci reformasi. Tak terhitung derasnya darah dan air mata saat memperjuangan reformasi. Jangan khianati reformasi," kata Gunawan.

"Jika tidak ingin demokrasi di negeri ini mati, cukup satu kata, satu tujuan, satu cita-cita, tegakkan nila-nilai reformasi," katanya.

Seperti diberikan sebelumnya, Apdesi kubu Surya Wijaya mewacanakan agar Presiden Jokowi dapat menjabat selama 3 periode. DPP Apdesi versi Surya Wijaya bahkan akan menggelar rapat koordinasi dengan DPD dan DPC se-Indonesia, untuk memantapkan rencana deklarasi dukungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi 3 periode.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Hadiri Baksos di Gereja...
Hadiri Baksos di Gereja Katolik Santo Andreas, AHY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Jemaat
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Menko AHY Tinjau Progres...
Menko AHY Tinjau Progres Infrastruktur Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung
AHY Sebut Potensi Kerugian...
AHY Sebut Potensi Kerugian Rp6.396 Triliun Jika Tanggul Laut Tak Dibangun
Rekomendasi
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Berita Terkini
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved