Legislator Golkar: MoU Indonesia-Malaysia Momentum Lindungi Pekerja Migran
Sabtu, 02 April 2022 - 08:12 WIB
loading...
A
A
A
Christina mengatakan mayoritas usulan Indonesia untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi PMI domestik akhirnya diterima Malaysia. Dirinya pun beberkan beberapa poin kesepakatan penting yaitu One Channel System (OCS) sebagai satu-satunya sistem penempatan PMI domestik ke Malaysia, satu jenis kerja dengan deskripsi pekerjaan yang jelas, standar gaji minimum mulai dari 1.500 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp5 juta dan pembayaran gaji melalui rekening PMI (e-wages).
"Dan khusus untuk OCS, ini menjadi satu-satunya kanal legal untuk merekrut dan menempatkan PMI domestik ke Malaysia. Ini krusial bagi kepastian perlindungan dan di saat yang sama Malaysia juga berkomitmen untuk mengeluarkan Indonesia dari sumber perekrutan sistem maid online yang selama ini marak terjadi dan mendegradasikan martabat pekerja migran kita," kata legislator dari Dapil DKI Jakarta II ini.
Dia juga memberi apresiasi pada semua pihak yang telah terlibat baik Kemenaker, Kemenlu, BP2MI dan perwakilan masing-masing institusi yang terlibat langsung dalam perundingan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia November tahun lalu menyuarakan percepatan perundingan MoU ini.
“Saya pribadi sangat senang, tinggal sekarang tugas kita bersama untuk memastikan pelaksanaan MoU ini diimplementasikan Malaysia sesuai kesepakatan. Maka mekanisme monitoring menjadi sangat penting," pungkasnya.
"Dan khusus untuk OCS, ini menjadi satu-satunya kanal legal untuk merekrut dan menempatkan PMI domestik ke Malaysia. Ini krusial bagi kepastian perlindungan dan di saat yang sama Malaysia juga berkomitmen untuk mengeluarkan Indonesia dari sumber perekrutan sistem maid online yang selama ini marak terjadi dan mendegradasikan martabat pekerja migran kita," kata legislator dari Dapil DKI Jakarta II ini.
Dia juga memberi apresiasi pada semua pihak yang telah terlibat baik Kemenaker, Kemenlu, BP2MI dan perwakilan masing-masing institusi yang terlibat langsung dalam perundingan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia November tahun lalu menyuarakan percepatan perundingan MoU ini.
“Saya pribadi sangat senang, tinggal sekarang tugas kita bersama untuk memastikan pelaksanaan MoU ini diimplementasikan Malaysia sesuai kesepakatan. Maka mekanisme monitoring menjadi sangat penting," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :