Begini Perjalanan Stafsus Andi Taufan Sebelum Hengkang dari Istana
Jum'at, 24 April 2020 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Menilik rekam jejaknya, Andi Taufan masih aktif menjabat sebagai CEO dan pendiri PT Amartha Mikro Fintek, sebuah perusahaan fintech peer to peer (p2p) lending pendanaan yang menghubungkan pemodal dengan pelaku usaha mikro secara daring.
Bisnis yang menyasar usaha mikro masyarakat kelas bawah itu didirikannya pada 2010 di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Usahanya kian meroket. Pada 2016, Amartha berkembang menjadi perusahaan fintech yang berupaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia.
Pada 2019, Amartha sudah memiliki sekitar 340.000 mitra pada segmen mikro dan perempuan di desa-desa. Ketika itu perusahaan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mencatatkan penyaluran pendanaan hingga Rp1,6 triliun.
Kurang lebih selama sepuluh tahun, Amartha mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya, penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019 dari United Nations Development Programme (UNDP). Namun, polemik belakangan muncul lantaran surat kontroversialnya yang viral.
Surat dengan kop Sekretariat Kabinet itu berisi informasi dan permintaan dukungan kepada seluruh camat se-Indonesia terhadap PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menjalankan program Relawan Desa Lawan COVID-19 yang diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Amartha siap berpartisipasi dalam program tersebut di Jawa, Sulawesi dan Sumatera.
Bisnis yang menyasar usaha mikro masyarakat kelas bawah itu didirikannya pada 2010 di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Usahanya kian meroket. Pada 2016, Amartha berkembang menjadi perusahaan fintech yang berupaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia.
Pada 2019, Amartha sudah memiliki sekitar 340.000 mitra pada segmen mikro dan perempuan di desa-desa. Ketika itu perusahaan mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mencatatkan penyaluran pendanaan hingga Rp1,6 triliun.
Kurang lebih selama sepuluh tahun, Amartha mendapatkan banyak penghargaan. Salah satunya, penghargaan di SDG Finance Geneva Summit 2019 dari United Nations Development Programme (UNDP). Namun, polemik belakangan muncul lantaran surat kontroversialnya yang viral.
Surat dengan kop Sekretariat Kabinet itu berisi informasi dan permintaan dukungan kepada seluruh camat se-Indonesia terhadap PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menjalankan program Relawan Desa Lawan COVID-19 yang diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Amartha siap berpartisipasi dalam program tersebut di Jawa, Sulawesi dan Sumatera.
Lihat Juga :