Dokter Terawan Dipecat IDI, MPR Dukung Izin Praktik Kedokteran Diurus Negara
Jum'at, 01 April 2022 - 10:28 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendukung usulan Menkumham Yassona H Laoly agar praktik kedokteran menjadi domain negara menyusul pemecatan dokter Terawan Agus Putranto oleh IDI. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mendukung usulan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yassona H Laoly agar praktik kedokteran menjadi domain negara. Dengan begitu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bisa fokus dengan karya serta inovasi di dunia kedokteran.
"Kewenangan IDI yang begitu besar terhadap eksistensi para dokter di Indonesia memang harus dievaluasi. Organisasi ini seharusnya berhenti sebatas ormas yang justru harus melindungi karya para anggotanya bukan justru malah menghancurkan anggotanya yang berprestasi," kata Basarah dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (1/4/2022).
Politikus PDIP ini mengapresiasi inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan Terawan Agus Putranto . Seharusnya, hal ini menjadi momentum untuk kemandirian di bidang kesehatan. Ahmad Basarah melihat keputusan IDI memecat Terawan pantas dikritik karena mengabaikan manfaat yang telah dirasakan oleh pasien dengan inovasi tersebut.
"Keputusan IDI pantas dikritik karena organisasi ini seperti mengabaikan suara masyarakat yang telah merasakan manfaat bahkan terselamatkan dengan inovasi yang dilakukan Terawan untuk dunia kedokteran. Jangan lupa, rekam jejak Terawan di dunia kedokteran juga telah berskala nasional bahkan internasional. Terawan saat ini masih dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Dokter Militer se-Dunia," ujarnya.
"Kewenangan IDI yang begitu besar terhadap eksistensi para dokter di Indonesia memang harus dievaluasi. Organisasi ini seharusnya berhenti sebatas ormas yang justru harus melindungi karya para anggotanya bukan justru malah menghancurkan anggotanya yang berprestasi," kata Basarah dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (1/4/2022).
Politikus PDIP ini mengapresiasi inovasi di bidang kesehatan yang dilakukan Terawan Agus Putranto . Seharusnya, hal ini menjadi momentum untuk kemandirian di bidang kesehatan. Ahmad Basarah melihat keputusan IDI memecat Terawan pantas dikritik karena mengabaikan manfaat yang telah dirasakan oleh pasien dengan inovasi tersebut.
"Keputusan IDI pantas dikritik karena organisasi ini seperti mengabaikan suara masyarakat yang telah merasakan manfaat bahkan terselamatkan dengan inovasi yang dilakukan Terawan untuk dunia kedokteran. Jangan lupa, rekam jejak Terawan di dunia kedokteran juga telah berskala nasional bahkan internasional. Terawan saat ini masih dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Dokter Militer se-Dunia," ujarnya.
Lihat Juga :