Survei IPO: 77% Publik Tolak Wacana Penundaan Pemilu 2024
Senin, 28 Maret 2022 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, Dedi menyampaikan bahwa lembaganya juga turut mengukur respons publik ihwal wacana perpanjangan masa jabatan Presiden. Lagi-lagi, penolakan dari publik sangat deras.
Dari data yang dipaparkan, publik yang tidak setuju sebesar 40%, sementara yang sangat tidak setuju sebesar 23%. Sehingga, jumlah penolakan ini sebesar 63%.
Baca juga: Gaduh Penundaan Pemilu 2024, PDIP Ingatkan soal Runtuhnya Orde Baru
Di sisi lain, responden yang setuju masa jabatan Presiden diperpanjang angkanya 29%, sedangkan yang sangat tidak setuju sebesar 8%. Jika diakumulasikan, angkanya sebesar 37%.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 11-17 Maret 2022 kemarin. Adapun, jumlah responden sebanyak 1.220 yang diambil secara acak. Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90%, dengan tingkat akurasi data 95%. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat.
Dari data yang dipaparkan, publik yang tidak setuju sebesar 40%, sementara yang sangat tidak setuju sebesar 23%. Sehingga, jumlah penolakan ini sebesar 63%.
Baca juga: Gaduh Penundaan Pemilu 2024, PDIP Ingatkan soal Runtuhnya Orde Baru
Di sisi lain, responden yang setuju masa jabatan Presiden diperpanjang angkanya 29%, sedangkan yang sangat tidak setuju sebesar 8%. Jika diakumulasikan, angkanya sebesar 37%.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 11-17 Maret 2022 kemarin. Adapun, jumlah responden sebanyak 1.220 yang diambil secara acak. Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90%, dengan tingkat akurasi data 95%. Setting pengambilan sample menggunakan teknik multistage random sampling (MRS), atau pengambilan sample bertingkat.
(abd)
Lihat Juga :