Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat Sebut Posisi Menteri PKB Terancam
Jum'at, 25 Maret 2022 - 07:12 WIB
loading...
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai terdapat dua posisi menteri yang terancam akan direshuffle yakni Menteri Perdagangan dan Menteri Agama. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Isu reshuffle Kabinet Jokowi periode dua kembali mencuat semenjak Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Waketum DPP PAN, Bima Arya membenarkan akan mendapatkan jatah satu menteri dan satu wakil menteri (wamen). Kabar reshuffle ini pun diisukan akan terjadi pada akhir Maret 2022.
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai terdapat dua posisi menteri yang terancam akan direshuffle. Ujang menyebut kelangkaan minyak goreng yang menjerat Menteri Perdagangan dan ucapan yang mengundang kontroversi dari Menteri Agama menjadi patokan penting bahwa keduanya terancam posisinya. Baca juga: Cak Imin Persilakan PAN Masuk Kabinet: Tapi Jangan Ganggu PKB
"Mungkin Menteri Perdagangan yang sedang rawan. Karena kasus langka dan mahalnya minyak goreng. (Kemudian) Menteri Agama juga cukup mengkhawatirkan karena ucapan dan kebijakannya kontroversial," ujar Ujang kepada MNC Portal saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (24/3/2022).
Meskipun begitu, Direktur Eksekutif Indonesian Political Review itu menilai semua keputusan itu hanya Presiden Jokowi yang mengetahui dan memutuskannya. Akan tetapi Ujang melihat potensi PAN untuk masuk kabinet sangatlah besar.
"Soal PAN itu akan masuk koalisi, namun posisinya masih belum tahu akan ditempatkan di kementerian mana. Semua (kembali) tergantung Jokowi," tuturnya.
Pengamat Politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai terdapat dua posisi menteri yang terancam akan direshuffle. Ujang menyebut kelangkaan minyak goreng yang menjerat Menteri Perdagangan dan ucapan yang mengundang kontroversi dari Menteri Agama menjadi patokan penting bahwa keduanya terancam posisinya. Baca juga: Cak Imin Persilakan PAN Masuk Kabinet: Tapi Jangan Ganggu PKB
"Mungkin Menteri Perdagangan yang sedang rawan. Karena kasus langka dan mahalnya minyak goreng. (Kemudian) Menteri Agama juga cukup mengkhawatirkan karena ucapan dan kebijakannya kontroversial," ujar Ujang kepada MNC Portal saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (24/3/2022).
Meskipun begitu, Direktur Eksekutif Indonesian Political Review itu menilai semua keputusan itu hanya Presiden Jokowi yang mengetahui dan memutuskannya. Akan tetapi Ujang melihat potensi PAN untuk masuk kabinet sangatlah besar.
"Soal PAN itu akan masuk koalisi, namun posisinya masih belum tahu akan ditempatkan di kementerian mana. Semua (kembali) tergantung Jokowi," tuturnya.