Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat Sebut Posisi Menteri PKB Terancam
Jum'at, 25 Maret 2022 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, dosen komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensat) mengungkapkan reshuffle kabinet itu wajar dikaitkan dengan manuver PAN, PKB dan Golkar terkait menunda penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024. Hensat justru menekankan manuver isu penundaan Pemilu dari menteri parpol tersebut justru dipersepsikan publik sebagai langkah-langkah mengamankan pos kementeriannya.
"Apalagi menteri PKB ada tiga yakni Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perdagangan dan Menteri Agama yang membuat kontroversi yang luar biasa serta membuat gaduh di tengah masyarakat. Terlebih lagi posisi PAN yang belum mendapatkan kursi menteri," ujar Hensat memaparkan alasannya.
Namun founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menggarisbawahi jika ingin diadakan kocok kementerian di dalam kabinet harus segera dan secepatnya. "Karena kalau tidak (reshuffle), mau kapan lagi? Soalnya waktu menuju 2024 sudah relatif dekat sehingga waktu efektif kinerja menteri sudah mepet sekali," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengaku tak masalah jika benar Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapat jatah menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Cak Imin menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada Presiden Jokowi. Baca juga: Soal Reshuffle, PKB: Ditambah Silakan Dikurangi Jangan
Tetapi yang terpenting, Cak Imin meminta masuknya PAN tidak mengusik formasi PKB di kabinet. "Silakan masuk, tapi jangan ganggu PKB," kata Cak Imin di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/3/2022).
"Apalagi menteri PKB ada tiga yakni Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perdagangan dan Menteri Agama yang membuat kontroversi yang luar biasa serta membuat gaduh di tengah masyarakat. Terlebih lagi posisi PAN yang belum mendapatkan kursi menteri," ujar Hensat memaparkan alasannya.
Namun founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menggarisbawahi jika ingin diadakan kocok kementerian di dalam kabinet harus segera dan secepatnya. "Karena kalau tidak (reshuffle), mau kapan lagi? Soalnya waktu menuju 2024 sudah relatif dekat sehingga waktu efektif kinerja menteri sudah mepet sekali," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengaku tak masalah jika benar Partai Amanat Nasional (PAN) akan mendapat jatah menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Cak Imin menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada Presiden Jokowi. Baca juga: Soal Reshuffle, PKB: Ditambah Silakan Dikurangi Jangan
Tetapi yang terpenting, Cak Imin meminta masuknya PAN tidak mengusik formasi PKB di kabinet. "Silakan masuk, tapi jangan ganggu PKB," kata Cak Imin di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/3/2022).
(kri)