Marwan Jafar Ajak Masyarakat Petik Pelajaran dari Sejarah Wabah
Rabu, 17 Juni 2020 - 08:58 WIB
loading...
Anggota DPR dari Fraksi PKB, Marwan Jafar mengingatkan masyarakat untuk pandai memetik pelajaran dari serentetan sejarah wabah. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang sama sekali tidak membayangkan dan memikirkan di masa hidupnya bisa menemui pandemi besar yang disebabkan COVID-19 seperti sekarang. Sebuah wabah yang benar-benar mengubah drastis kewajaran sejumlah aktivitas orang-orang menjadi kedaruratan pada banyak aspek kehidupan.
Anggota DPR dari Fraksi PKB, Marwan Jafar mengatakan semula wajar berbelanja berdesakan, berhimpitan di KRL, kapal laut dan pesawat terbang, berbaris rapat saat beribadah di masjid dan gereja, bercanda di tempat kerja atau sekolah-kampus-pesantren, menghibur diri di tempat wisata, nonton bola dan konser musik dan seterusnya.
Tentu saja, amat bervariasi saat orang-orang menyikapi datangnya 'tamu istimewa' COVID-19 ini, mulai dari perasaan cemas, ngeri, cuek hingga tetap bersikap optimis-semangat. Singkatnya, banyak juga pelajaran atau hikmah yang wajib kita petik dari pandemi dahsyat ini. (Baca juga: Sebanyak 139 Laboratorium Telah Aktif Lakukan Pemeriksaan Spesimen COVID-19 )
Dia menuturkan yang pasti pandemi COVID-19 dapat dijelaskan atau dikritisi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, teknologi hingga spiritual. Baik dari sisi kedokteran, biologi, psikologi, kimia, sosiologi, serta ekonomi hingga temuan teknologi mutakhir dan sugesti melalui doa-doa.
"Jangan lupa juga, sudah sejak lama sejarah umat manusia mengalami serangan penyakit endemi-epidemi, wabah dan penyakit menular. Misalnya, dekade 1330 wabah yang dinamai "Maut Hitam" dari Asia tengah atau timur muncul penumpang kutu Yersinia pestis menginfeksi manusia yang digigit kutu. Dari situ, menumpang armada tikus, wabah segera menyebar ke seantero Asia, Eropa, Afrika Utara dan pesisir Atlantik," ujar Marwan mantan Ketua Fraksi PKB di DPR kepada SINDOnews, Rabu (17/6/2020).
Anggota DPR dari Fraksi PKB, Marwan Jafar mengatakan semula wajar berbelanja berdesakan, berhimpitan di KRL, kapal laut dan pesawat terbang, berbaris rapat saat beribadah di masjid dan gereja, bercanda di tempat kerja atau sekolah-kampus-pesantren, menghibur diri di tempat wisata, nonton bola dan konser musik dan seterusnya.
Tentu saja, amat bervariasi saat orang-orang menyikapi datangnya 'tamu istimewa' COVID-19 ini, mulai dari perasaan cemas, ngeri, cuek hingga tetap bersikap optimis-semangat. Singkatnya, banyak juga pelajaran atau hikmah yang wajib kita petik dari pandemi dahsyat ini. (Baca juga: Sebanyak 139 Laboratorium Telah Aktif Lakukan Pemeriksaan Spesimen COVID-19 )
Dia menuturkan yang pasti pandemi COVID-19 dapat dijelaskan atau dikritisi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, teknologi hingga spiritual. Baik dari sisi kedokteran, biologi, psikologi, kimia, sosiologi, serta ekonomi hingga temuan teknologi mutakhir dan sugesti melalui doa-doa.
"Jangan lupa juga, sudah sejak lama sejarah umat manusia mengalami serangan penyakit endemi-epidemi, wabah dan penyakit menular. Misalnya, dekade 1330 wabah yang dinamai "Maut Hitam" dari Asia tengah atau timur muncul penumpang kutu Yersinia pestis menginfeksi manusia yang digigit kutu. Dari situ, menumpang armada tikus, wabah segera menyebar ke seantero Asia, Eropa, Afrika Utara dan pesisir Atlantik," ujar Marwan mantan Ketua Fraksi PKB di DPR kepada SINDOnews, Rabu (17/6/2020).
Lihat Juga :