Akademisi Tolak RUU Ciptaker, DPR Tagih Solusi Alternatif

Jum'at, 24 April 2020 - 14:04 WIB
loading...
Akademisi Tolak RUU...
Badan Legislasi (Baleg) DPR menuntut para akademisi tidak sekedar menolak tetapi, juga memberikan solusi alternatif selain RUU Ciptaker. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Legislasi (Baleg) DPR tanggapi dingin soal penolakan 92 akademisi lintas keilmuan terhadap Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Bahkan, Baleg DPR menuntut para akademisi ini untuk tidak sekedar menolak tetapi, juga memberikan solusi alternatif selain RUU Ciptaker untuk membentuk iklim investasi yang baik di Tanah Air.

“Terkait statemen atau permintaan dari para akademisi itu, ya itu sah-sah saja. Meskipun saya agak menyayangkan. Kalau mereka memang menolak RUU Ciptaker, apa tawaran mereka dalam upaya melakukan penyederhanaan perizinan dan iklim investasi yang sehat. Jangan cuma minta dan mendesak saja. Apa tawarannya kalau bukan Omnibus Law?,” kata Wakil Ketua Baleg DPR Willy Aditya saat dihubungi, Jumat (24/4/2020).

Willy menjelaskan, DPR ini sifatnya sekedar membahas RUU Ciptaker karena DPR merupakan tempat untuk pertarungan ide, bukan pertarungan minat. Sehingga, apapun yang diusulkan oleh pihak manapun akan dikupas di DPR, termasuk RUU Ciptaker ini. “Jangan pernah berpikir kalau sebuah RUU masuk prolegnas atau masuk pembahasan otomatis akan lolos atau disahkan. Semuanya dipertarungkan,” tukasnya.

Karena itu, politikus Nasdem ini menagih kepada para akademisi tersebut untuk mengajukan tawaran lain untuk masalah tumpang tindihnya regulasi, birokrasi perizinan yang ruwet dan parasit, krisis ekonomi global yang sudah di depan mata dan solusi lainnya yang ada dalam RUU Ciptaker ini. “Apa yang bisa ditawarkan untuk menghadapi bonus demografi yang sudah mulai kita rasakan mulai 2020 ini?,” tanya Willy.

Anggota Komisi I DPR ini meminta agar akademisi ini jangan cuma menolak dan minta RUU Ciptaker dicabut saja. Para akademisi harus bisa memberikan kontribusi nyata berupa tawaran gagasan untuk masalah dan tantangan-tantangan tersebut. Kemudian sampaikan itu ke pemerintah atau partai-partai DPR agar bisa diakselerasi lebih jauh menjadi usulan atau bahkan langkah politik.

“Jadi konkret tawarannya. Atau kalau memang RUU Ciptaker ini atau konsep omnibus ini dipandang berbahaya atau apapun, bangun opini yang mencerdaskan di berbagai media dan saluran-saluran komunikasi lainnya. Dan lagi-lagi, apa konsep alternatifnya? Apa tawaran lainnya?. Kalau cuma minta cabut atau menolak saja, aktivis semester satu juga bisa. Tapi kalau levelnya sudah akademisi ya jangan begitulah,” kata Willy. kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Rekomendasi
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Berita Terkini
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved