Ngasiman Djoyonegoro Luncurkan Buku Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan dalam Kancah RMA
Selasa, 22 Maret 2022 - 20:52 WIB
loading...
A
A
A
Soft launching Buku Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan dalam Kancah Revolution in Military Affairs (RMA) merupakan hasil kerja sama Lembaga Kajian Nawacita (LKN), deCenter, dan Gerakan Indonesia Optimis (GIO), dan PT Inti Kreasindo Nusantara (IKN). Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Umum LKN, Syamsul Hadi.
Menteri Pertahanan RI 2009-2014, Purnomo Yusgiantoro mengapresiasi peluncuran Buku Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan dalam Kancah Revolution in Military Affairs (RMA). Buku ini bisa menjadi referensi siapa saja yang menekuni atau mempelajari dunia militer dan pertahanan.
Baca juga: Saat Terjadi Perang, Ini 2 Kapal Patroli Cepat TNI AL yang Siap Dipersenjatai Rudal
Menurut Purnomo, yang menarik dari pembahasan buku ini bukan masalah pertahanan tapi tentang Revolution in Military Affairs (RMA). "Revolusi adalah perubahan secara cepat atau radikal. Nmun RMA dapat diartikan perubahan mendasar untuk membuat suatu fondasi bagi pengembangan dan peningkatan kemampuan militer sebuah negara. Buku ini bisa menjadi acuan bersama," katanya.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono yang diwakili oleh Laksamana Muda Cokky Hutabarat menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan akan sangat besar sehingga diperlukan sistem pertahanan negara yang kuat dan profesional mencakup pertahanan laut, udara, dan darat. Buku Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan ini secara jeli melihat Indonesia yang merupakan negara kepulauan untuk membangun pertahanannya dalam seluruh aspek.
"Sebagai Kepala Staf saya mengapresiasi buku ini dan mendorong dilahirkannya ide-ide segar dalam perumusan pertahanan negara," kata Laksamana Yudo.
Menteri Pertahanan RI 2009-2014, Purnomo Yusgiantoro mengapresiasi peluncuran Buku Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan dalam Kancah Revolution in Military Affairs (RMA). Buku ini bisa menjadi referensi siapa saja yang menekuni atau mempelajari dunia militer dan pertahanan.
Baca juga: Saat Terjadi Perang, Ini 2 Kapal Patroli Cepat TNI AL yang Siap Dipersenjatai Rudal
Menurut Purnomo, yang menarik dari pembahasan buku ini bukan masalah pertahanan tapi tentang Revolution in Military Affairs (RMA). "Revolusi adalah perubahan secara cepat atau radikal. Nmun RMA dapat diartikan perubahan mendasar untuk membuat suatu fondasi bagi pengembangan dan peningkatan kemampuan militer sebuah negara. Buku ini bisa menjadi acuan bersama," katanya.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono yang diwakili oleh Laksamana Muda Cokky Hutabarat menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan akan sangat besar sehingga diperlukan sistem pertahanan negara yang kuat dan profesional mencakup pertahanan laut, udara, dan darat. Buku Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan ini secara jeli melihat Indonesia yang merupakan negara kepulauan untuk membangun pertahanannya dalam seluruh aspek.
"Sebagai Kepala Staf saya mengapresiasi buku ini dan mendorong dilahirkannya ide-ide segar dalam perumusan pertahanan negara," kata Laksamana Yudo.
Lihat Juga :