Ekspor Dibuka, Konsorsium APD Minta Utamakan Kebutuhan dalam Negeri
Rabu, 17 Juni 2020 - 01:15 WIB
loading...
A
A
A
Dilanjutkan Satrio, konsorsium yang dimilikinya merumuskan falsafah Pancasila sebagai ruh perusahaan. Dengan demikian, perusahaan tidak semata-mata hanya bergerak mencari profit bisnis, melainkan yang utama adalah menularkan energi Pancasila dan membumikannya di nusantara.
"Kami rumuskan nilai perusahaan kami adalah pancasila, sehingga kami bisa memberikan sumbangan semangat. Nilai perusahaan itu adalah, pertama energi pancasila, kedua profit, dan ketiga adalah teknologi," jelasnya. (Baca juga: Hidayah Hijrah, Anugerah Terindah Dari Allah SWT )
Dia juga mengusulkan agar pemerintah bisa memertimbangkan pengadaan APD berkualitas WHO dengan harga terjangkau. Karena yang beredar sekarang ini, dijual dengan harga selangit. Itu sebabnya, kata dia, peluang ekspor harus mengutamakan pula kebutuhan dalam negeri.
"Karena rata-rata harganya tinggi, ada juga yang sangat rendah itu biasanya impor dari tiongkok atau Korea. Tentu kita ingin menyelamatkan para tenaga medis, kita sudah diskusikan juga dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), tentang pemenuhan APD yang berkualitas itu. Karena jika tidak, korban dari tenaga medis kita akan terus berjatuhan," ucapnya.
Produksi APD oleh konsorsium ini melibatkan pula kerjasama dengan PT Braga Teknologi Nusantara dalam menciptakan aplikasi Indonesia bertahan (Intan). Aplikasi itu mampu menginformasikan serta membaca sebaran Covid-19 di lingkungan sekitar.
Hal itu dijelaskan Chief Operating Officer (COO) PT EKI, Farizan Fajari (22). Menurut dia, aplikasi Intan dapat didownload di Appstore dan sangat berfungsi mengurangi rentetan penyebaran Covid-19. Sejumlah UMKM pun dilibatkan dalam pengembangan aplikasi tersebut.
"Nantinya Intan ini adalah untuk men-generik big data, big data untuk apa? untuk mengetahui informasi data-data yang berhubungan dengan Corona, misalkan di mana lokasi yang positif, di mana yang ODP dan PDP. Ketika sudah didownload, maka jika kita berada pada radius beberapa meter dari orang tersebut, maka ada notifikasinya," tutur Farizan yang saat ini tengah mengambil gelar S3 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI.
"Kami rumuskan nilai perusahaan kami adalah pancasila, sehingga kami bisa memberikan sumbangan semangat. Nilai perusahaan itu adalah, pertama energi pancasila, kedua profit, dan ketiga adalah teknologi," jelasnya. (Baca juga: Hidayah Hijrah, Anugerah Terindah Dari Allah SWT )
Dia juga mengusulkan agar pemerintah bisa memertimbangkan pengadaan APD berkualitas WHO dengan harga terjangkau. Karena yang beredar sekarang ini, dijual dengan harga selangit. Itu sebabnya, kata dia, peluang ekspor harus mengutamakan pula kebutuhan dalam negeri.
"Karena rata-rata harganya tinggi, ada juga yang sangat rendah itu biasanya impor dari tiongkok atau Korea. Tentu kita ingin menyelamatkan para tenaga medis, kita sudah diskusikan juga dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia), tentang pemenuhan APD yang berkualitas itu. Karena jika tidak, korban dari tenaga medis kita akan terus berjatuhan," ucapnya.
Produksi APD oleh konsorsium ini melibatkan pula kerjasama dengan PT Braga Teknologi Nusantara dalam menciptakan aplikasi Indonesia bertahan (Intan). Aplikasi itu mampu menginformasikan serta membaca sebaran Covid-19 di lingkungan sekitar.
Hal itu dijelaskan Chief Operating Officer (COO) PT EKI, Farizan Fajari (22). Menurut dia, aplikasi Intan dapat didownload di Appstore dan sangat berfungsi mengurangi rentetan penyebaran Covid-19. Sejumlah UMKM pun dilibatkan dalam pengembangan aplikasi tersebut.
"Nantinya Intan ini adalah untuk men-generik big data, big data untuk apa? untuk mengetahui informasi data-data yang berhubungan dengan Corona, misalkan di mana lokasi yang positif, di mana yang ODP dan PDP. Ketika sudah didownload, maka jika kita berada pada radius beberapa meter dari orang tersebut, maka ada notifikasinya," tutur Farizan yang saat ini tengah mengambil gelar S3 di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI.
Lihat Juga :