Ketua KPK Merasa Aneh Minyak Goreng dan Batu Bara Langka
Senin, 21 Maret 2022 - 20:10 WIB
loading...
Ketua KPK Firli Bahuri mengaku aneh mendengar batu bara hingga minyak goreng di Indonesia langka. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku aneh mendengar batu bara hingga minyak goreng di Indonesia langka. Padahal, kebun sawit terbesar ada di Indonesia. Tidak hanya itu, Indonesia juga merupakan salah satu negara penghasil sawit terbesar di dunia.
"Aneh saya bilang kalau batu bara langka di sini. Wong kita produksi terbesar batu bara. Begitu juga minyak goreng. Sawit itu, terbesar di dunia ini adalah Indonesia," ungkap Firli saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Wilayah Bali yang ditayangkan oleh akun YouTube milik Pemerintah Provinsi Bali, Senin (21/3/2022).
Mendapati laporan kelangkaan minyak goreng di Indonesia, Firli mengaku langsung mengajak rapat sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Di antaranya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo; hingga Menteri Perdagangan, M Lutfi.
Baca juga: Tinjau Pasar Minggu, Kapolri Pastikan Stok Minyak Curah untuk Warga Aman
"Makanya, kemarin 9 Maret, saya mohon maaf, saya ajak rapat Menko Ekonomi, Mentan, Menperin, Mendag, Dirut Bulog, Kepala Badan Pangan Nasional, saya ajak rapat. Saya bilang sama Pak Airlangga, 'Pak Airlangga kita rapat saya bilang masalah minyak goreng ini'. Karena Indonesia produksi terbesar hasil sawit. Masa minyak goreng langka," imbuhnya.
Firli memaparkan beberapa opsi dalam rapat tersebut untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. Salah satunya, dengan membangun sistem nasional neraca komoditas. Sistem itu untuk mengetahui berapa jumlah produk kebutuhan minyak goreng dalam negeri. "Nah, kalau kurang berarti impor, kalau impor siapa pengimpornya, setelah diimpor, masuk ke Indonesia, apakah digunakan untuk industri atau konsumsi masyarakat, semua terbuka. Yang disebut dengan sistem nasional neraca komoditas. Harga harus dikendalikan," kata Firli.
Baca juga: Massa KAMMI Demo Usut Mafia Minyak Goreng di Monas
"Aneh saya bilang kalau batu bara langka di sini. Wong kita produksi terbesar batu bara. Begitu juga minyak goreng. Sawit itu, terbesar di dunia ini adalah Indonesia," ungkap Firli saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Wilayah Bali yang ditayangkan oleh akun YouTube milik Pemerintah Provinsi Bali, Senin (21/3/2022).
Mendapati laporan kelangkaan minyak goreng di Indonesia, Firli mengaku langsung mengajak rapat sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Di antaranya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo; hingga Menteri Perdagangan, M Lutfi.
Baca juga: Tinjau Pasar Minggu, Kapolri Pastikan Stok Minyak Curah untuk Warga Aman
"Makanya, kemarin 9 Maret, saya mohon maaf, saya ajak rapat Menko Ekonomi, Mentan, Menperin, Mendag, Dirut Bulog, Kepala Badan Pangan Nasional, saya ajak rapat. Saya bilang sama Pak Airlangga, 'Pak Airlangga kita rapat saya bilang masalah minyak goreng ini'. Karena Indonesia produksi terbesar hasil sawit. Masa minyak goreng langka," imbuhnya.
Firli memaparkan beberapa opsi dalam rapat tersebut untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. Salah satunya, dengan membangun sistem nasional neraca komoditas. Sistem itu untuk mengetahui berapa jumlah produk kebutuhan minyak goreng dalam negeri. "Nah, kalau kurang berarti impor, kalau impor siapa pengimpornya, setelah diimpor, masuk ke Indonesia, apakah digunakan untuk industri atau konsumsi masyarakat, semua terbuka. Yang disebut dengan sistem nasional neraca komoditas. Harga harus dikendalikan," kata Firli.
Baca juga: Massa KAMMI Demo Usut Mafia Minyak Goreng di Monas
Lihat Juga :