Densus 88: ISIS Masih Eksis, Sebarkan Propaganda Berbahasa Indonesia dan Inggris di Medsos
Senin, 21 Maret 2022 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Marthinus menjelaskan, Densus 88 juga melihat ancaman terorisme ke depan, apalagi beberapa waktu lalu diumumkan pemimpin baru ISIS di Suriah. Itu membuktikan bahwa ISIS masuk eksis dan mereka masih mengendalikan jaringan-jaringan mereka di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Artinya mereka (ISIS) kasih eksis sampai sekarang, mereka masih mengendalikan jaringan-jaringan mereka di seluruh Indonesia," kata Marthinus.
Khusus untuk di Indonesia, Marthinus mengungkapkan, Densus 88 juga kemarin menangkap ada sekitar 5-6 orang yang terlibat dengan media ISIS. Mereka langsung dikendalikan dari pusat ISIS di Timur Tengah di Suriah. Mereka yang ditangkap ini diperintahkan untuk menduplikasi dan menyebarkan propaganda ke medsos sosial (medsos) dalam berbagai bahasa.
"Lalu Kemudian mereka diperintahkan untuk menduplikasi propaganda-propaganda mereka yang tadinya dalam bahasa Arab Kemudian untuk di-translate ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris lalu disebarkan lagi ke media sosial," katanya.
Baca juga: Kepala Densus 88: Pelaku Terorisme Tak Hanya Muslim
"Artinya secara ideologi, secara spirit, mereka tuh masih tetap ada walaupun di Timur Tengah mereka kehilangan teritori, tapi dengan hadirnya pemimpin baru, artinya ada napas atau angin segar buat mereka untuk kenbali eksis," kata Marthinus.
Khusus untuk di Indonesia, Marthinus mengungkapkan, Densus 88 juga kemarin menangkap ada sekitar 5-6 orang yang terlibat dengan media ISIS. Mereka langsung dikendalikan dari pusat ISIS di Timur Tengah di Suriah. Mereka yang ditangkap ini diperintahkan untuk menduplikasi dan menyebarkan propaganda ke medsos sosial (medsos) dalam berbagai bahasa.
"Lalu Kemudian mereka diperintahkan untuk menduplikasi propaganda-propaganda mereka yang tadinya dalam bahasa Arab Kemudian untuk di-translate ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris lalu disebarkan lagi ke media sosial," katanya.
Baca juga: Kepala Densus 88: Pelaku Terorisme Tak Hanya Muslim
"Artinya secara ideologi, secara spirit, mereka tuh masih tetap ada walaupun di Timur Tengah mereka kehilangan teritori, tapi dengan hadirnya pemimpin baru, artinya ada napas atau angin segar buat mereka untuk kenbali eksis," kata Marthinus.
(abd)
Lihat Juga :