Harga Minyak Goreng Pukul Emak-emak, PKS Sayangkan Sikap Pemerintah
Jum'at, 18 Maret 2022 - 13:31 WIB
loading...
Politikus PKS Kurniasih Mufidayati mengingatkan naiknya kebijakan pemerintah soal minyak goreng menambah beban ibu-ibu memasuki bulan Ramadan yang lazim diwarnai naiknya harga bahan pokok. Foto/
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP PKS Kurniasih Mufidayati menyebut kaum ibu menjadi pihak yang paling terpukul atas harga minyak goreng yang tak terkendali karena mengikuti harga pasar. Harga minyak goreng saat ini berkisar Rp23-25 ribu per liter dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter sebelum dicabut pemerintah.
"Harga keekonomian yang hampir dua kali lipat dari harga HET, jelas memberatkan masyarakat dan keluarga kelas menengah ke bawah," ujar perempuan yang juga Juru Bicara PKS ini, Jumat (18/3/2022).
Kurniasih, sebagai Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, menyayangkan sikap pemerintah yang hanya bisa minta maaf karena tak sanggup kendalikan harga minyak goreng.
Baca juga: Menguak Gonjang-ganjing Harga Minyak Goreng
"Lagi-lagi Mak-mak yang jadi korban. Seharusnya pemerintah mengendalikan apa yang ada di pasar, tapi ini tidak berdaya mengendalikan dan justru menyerahkan semua mekanismenya oleh pasar. Siapa yang terdampak berat? Mak-mak dan keluarga kelas menengah bawah tercekik, itu rakyat kita bukan orang lain!" tegas Kurniasih.
Belum lupa dari ingatan kita semua bagaimana mak-mak rela antri berjam-jam, berdesakan, mengular bahkan sudah ada ibu yang meninggal dunia saat mengantre minyak goreng dengan HET.
"Satu nyawa ibu itu sangat berharga dan tak bisa tergantikan oleh apapun juga bagi keluarga. Ini harus menjadi tanggung jawab negara. Belum mereka yang berjuang mengantre, berebut, berdesakan sampe melupakan keselamatan jiwanya demi minyak goreng untuk keluarga," ungkap Kurniasih.
"Harga keekonomian yang hampir dua kali lipat dari harga HET, jelas memberatkan masyarakat dan keluarga kelas menengah ke bawah," ujar perempuan yang juga Juru Bicara PKS ini, Jumat (18/3/2022).
Kurniasih, sebagai Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, menyayangkan sikap pemerintah yang hanya bisa minta maaf karena tak sanggup kendalikan harga minyak goreng.
Baca juga: Menguak Gonjang-ganjing Harga Minyak Goreng
"Lagi-lagi Mak-mak yang jadi korban. Seharusnya pemerintah mengendalikan apa yang ada di pasar, tapi ini tidak berdaya mengendalikan dan justru menyerahkan semua mekanismenya oleh pasar. Siapa yang terdampak berat? Mak-mak dan keluarga kelas menengah bawah tercekik, itu rakyat kita bukan orang lain!" tegas Kurniasih.
Belum lupa dari ingatan kita semua bagaimana mak-mak rela antri berjam-jam, berdesakan, mengular bahkan sudah ada ibu yang meninggal dunia saat mengantre minyak goreng dengan HET.
"Satu nyawa ibu itu sangat berharga dan tak bisa tergantikan oleh apapun juga bagi keluarga. Ini harus menjadi tanggung jawab negara. Belum mereka yang berjuang mengantre, berebut, berdesakan sampe melupakan keselamatan jiwanya demi minyak goreng untuk keluarga," ungkap Kurniasih.
Lihat Juga :