Survei: Mayoritas Masyarakat Menolak Masa Jabatan Presiden Diperpanjang
Rabu, 16 Maret 2022 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Hasil tersebut sejalan dengan respons publik ditanya mengenai penambahan masa jabatan presiden tanpa dilakukan pemilu. Hasilnya, hanya tiga persen masyarakat yang menjawab sangat setuju. Kemudian, yang menjawab setuju yakni 29 persen.
“Jadi tetap saja dominasinya adalah kelompok yang menyatakan konstitusi kita harus tetap berjalan, pemilu harus tetap terlaksana sementara kekuasaan bisa dilakukan secara regeneratif,” katanya.
Bahkan, kata Dedi, ada temuan dari IPO jika pada akhirnya pemerintah berhasil mengubah konstitusi terkait dengan penambahan masa jabatan presiden, maka hasilnya hanya ada delapan persen kelompok masyarakat yang yakin untuk memilih.
“31 persen menyatakan memilih, ada 28 yang menyatakan tidak memilih dan 33 persen menyatakan yakin tidak memilih. Artinya, kesadaran regenerasi bagi publik itu sudah menyebar,” pungkasnya.
“Jadi tetap saja dominasinya adalah kelompok yang menyatakan konstitusi kita harus tetap berjalan, pemilu harus tetap terlaksana sementara kekuasaan bisa dilakukan secara regeneratif,” katanya.
Bahkan, kata Dedi, ada temuan dari IPO jika pada akhirnya pemerintah berhasil mengubah konstitusi terkait dengan penambahan masa jabatan presiden, maka hasilnya hanya ada delapan persen kelompok masyarakat yang yakin untuk memilih.
“31 persen menyatakan memilih, ada 28 yang menyatakan tidak memilih dan 33 persen menyatakan yakin tidak memilih. Artinya, kesadaran regenerasi bagi publik itu sudah menyebar,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :