Airlangga: Doa Para Alim Ulama Jadi Salah Satu Senjata Memuluskan Ikhtiar Bangsa
Sabtu, 12 Maret 2022 - 13:28 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Forum Silaturahmi Ulama, khususnya dengan perwakilan alim ulama dan UMKM Ponpes se-Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (12/3/2022). Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Forum Silaturahmi Ulama, khususnya dengan perwakilan alim ulama dan UMKM pondok pesantren (Ponpes) se-Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (12/3/2022). Kehadiran Airlangga tersebut dalam upaya menyeimbangkan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN), serta memaksimalkan peran para tokoh agama di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pada kesempatan itu, Airlangga mengatakan bahwa masyarakat tetap harus waspada dengan penyebaran virus Covid-19 dan konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, sekalipun akibat dari varian Omicron tidak seberat varian Delta yang lalu. Saat ini, pemerintah terus mendorong kebijakan vaksinasi booster kepada seluruh lapisan masyarakat.
Vaksin ini sebagai usaha untuk melindungi diri dan masyarakat dari penularan Covid-19, terutama bagi lansia dan yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). “Kami ucapkan terima kasih kepada para alim ulama Provinsi Sulsel yang telah mendukung program vaksinasi Covid-19 dengan menyosialisasikan bahwa vaksin itu halal dan aman. Kami mohon doanya dari para alim ulama dan pengurus Ponpes sekalian, agar kita dapat segera keluar dari krisis kesehatan ini dan segera dapat memulihkan ekonomi kita,” kata Airlangga dalam acara bertajuk Peran Ulama Menggerakkan Ekonomi Keumatan dan UMKM di Sulawesi Selatan tersebut.
Baca juga: Airlangga Hartarto: Sulsel Jangkar Partai Golkar untuk Menang Mutlak di Indonesia Timur
Per 10 Maret 2022, kasus aktif di Provinsi Sulsel tercatat 1.753 kasus atau 8,95% dari total kasus sebanyak 140.613 kasus, terdiri dari kasus pasien yang sembuh sebanyak 126.446 (89,33%) dan 2.414 (1,71%) kasus kematian. Hal tersebut menjadi penyebab diterapkannya level 3 pada Provinsi Sulsel dengan transmisi komunitas level 2, kapasitas respons terbatas, namun vaksinasi sudah memadai yakni total dosis-1 umum yang sudah disuntikkan sebanyak 85,16%, dosis-2 adalah 58,68%, dan dosis-1 lansia adalah 67,62%.
“Saat ini, pandemi Covid-19 sudah masuk tahun ketiga, dan sekarang setelah adanya vaksin booster, maka banyak kegiatan sudah bisa dilakukan. Dalam kebijakan terakhir, pemerintah sudah memutuskan bahwa pelaku perjalanan dalam negeri sudah tidak perlu melakukan tes PCR atau antigen kalau dia sudah menerima 2 kali dosis vaksin lengkap. Hal ini diharapkan bisa makin menggerakkan perekonomian,” tutur Airlangga.
Pada kesempatan itu, Airlangga mengatakan bahwa masyarakat tetap harus waspada dengan penyebaran virus Covid-19 dan konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, sekalipun akibat dari varian Omicron tidak seberat varian Delta yang lalu. Saat ini, pemerintah terus mendorong kebijakan vaksinasi booster kepada seluruh lapisan masyarakat.
Vaksin ini sebagai usaha untuk melindungi diri dan masyarakat dari penularan Covid-19, terutama bagi lansia dan yang memiliki penyakit bawaan (komorbid). “Kami ucapkan terima kasih kepada para alim ulama Provinsi Sulsel yang telah mendukung program vaksinasi Covid-19 dengan menyosialisasikan bahwa vaksin itu halal dan aman. Kami mohon doanya dari para alim ulama dan pengurus Ponpes sekalian, agar kita dapat segera keluar dari krisis kesehatan ini dan segera dapat memulihkan ekonomi kita,” kata Airlangga dalam acara bertajuk Peran Ulama Menggerakkan Ekonomi Keumatan dan UMKM di Sulawesi Selatan tersebut.
Baca juga: Airlangga Hartarto: Sulsel Jangkar Partai Golkar untuk Menang Mutlak di Indonesia Timur
Per 10 Maret 2022, kasus aktif di Provinsi Sulsel tercatat 1.753 kasus atau 8,95% dari total kasus sebanyak 140.613 kasus, terdiri dari kasus pasien yang sembuh sebanyak 126.446 (89,33%) dan 2.414 (1,71%) kasus kematian. Hal tersebut menjadi penyebab diterapkannya level 3 pada Provinsi Sulsel dengan transmisi komunitas level 2, kapasitas respons terbatas, namun vaksinasi sudah memadai yakni total dosis-1 umum yang sudah disuntikkan sebanyak 85,16%, dosis-2 adalah 58,68%, dan dosis-1 lansia adalah 67,62%.
“Saat ini, pandemi Covid-19 sudah masuk tahun ketiga, dan sekarang setelah adanya vaksin booster, maka banyak kegiatan sudah bisa dilakukan. Dalam kebijakan terakhir, pemerintah sudah memutuskan bahwa pelaku perjalanan dalam negeri sudah tidak perlu melakukan tes PCR atau antigen kalau dia sudah menerima 2 kali dosis vaksin lengkap. Hal ini diharapkan bisa makin menggerakkan perekonomian,” tutur Airlangga.
Lihat Juga :