Airlangga: Doa Para Alim Ulama Jadi Salah Satu Senjata Memuluskan Ikhtiar Bangsa
Sabtu, 12 Maret 2022 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulsel bergerak seiring pertumbuhan ekonomi nasional, yang ditunjukkan dengan angka pertumbuhan sebesar 7,89% (yoy) pada Kuartal IV-2021 tumbuh, lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 5,02% (yoy). Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah disiapkan sebesar Rp455,62 triliun, dan untuk menjaga kesejahteraan rakyat yakni dalam bentuk perlindungan sosial (perlinsos) disiapkan dana sebesar Rp154,76 triliun.
Termasuk dalam program perlinsos, diberikan juga Program Bantuan Tunai-Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BTPKLWN) kepada sekitar 2,7 juta penerima yang diutamakan untuk masyarakat di 212 kabupaten/kota yang menjadi prioritas dalam Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. “Kemiskinan ekstrem diharapkan dapat dikurangi secara maksimal di 2024. Pemerintah hadir dan berkomitmen mengurangi kesenjangan antara masyarakat mampu dengan mereka yang masih harus didukung daya belinya,” ujar Airlangga.
Dalam mendukung ekonomi umat, dalam hal ini ekonomi Ponpes, pemerintah juga sudah menyiapkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro dan Mikro. Plafon KUR secara keseluruhan telah ditingkatkan menjadi sebesar Rp373,17 triliun pada 2022. Pemerintah juga telah membentuk Bank Syariah Indonesia yang penggabungan dari beberapa bank syariah.
“Dengan pertemuan dalam suasana yang baik pada hari ini, kami harapkan juga akan membawa hati kita untuk kerja bagi umat. Mari kita bahu-membahu bekerja serta berdoa supaya dapat segera keluar dari pandemi seiring pulihnya perekonomian nasional. Doa para alim ulama adalah salah satu senjata dalam memuluskan ikhtiar bangsa ini,” ungkap Airlangga.
Turut hadir dalam acara ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Ketua Umum MUI Provinsi Sulsel, Sekretaris Umum MUI Sulsel, Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat-Subbidang Keagamaan, Wali Kota Parepare, Plt Direktur Utama Bank Sulselbar, Wakil Kapolda Sulsel, Pendiri Bosowa Corp, Forkopimda Provinsi Sulsel, Ketua MUI Kabupaten/Kota se-Sulsel, Ketua Forum Silaturahmi Ulama Sulsel, serta Pimpinan Pondok Pesantren dan Ormas Agama Islam se-Sulsel.
Termasuk dalam program perlinsos, diberikan juga Program Bantuan Tunai-Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BTPKLWN) kepada sekitar 2,7 juta penerima yang diutamakan untuk masyarakat di 212 kabupaten/kota yang menjadi prioritas dalam Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem. “Kemiskinan ekstrem diharapkan dapat dikurangi secara maksimal di 2024. Pemerintah hadir dan berkomitmen mengurangi kesenjangan antara masyarakat mampu dengan mereka yang masih harus didukung daya belinya,” ujar Airlangga.
Dalam mendukung ekonomi umat, dalam hal ini ekonomi Ponpes, pemerintah juga sudah menyiapkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro dan Mikro. Plafon KUR secara keseluruhan telah ditingkatkan menjadi sebesar Rp373,17 triliun pada 2022. Pemerintah juga telah membentuk Bank Syariah Indonesia yang penggabungan dari beberapa bank syariah.
“Dengan pertemuan dalam suasana yang baik pada hari ini, kami harapkan juga akan membawa hati kita untuk kerja bagi umat. Mari kita bahu-membahu bekerja serta berdoa supaya dapat segera keluar dari pandemi seiring pulihnya perekonomian nasional. Doa para alim ulama adalah salah satu senjata dalam memuluskan ikhtiar bangsa ini,” ungkap Airlangga.
Turut hadir dalam acara ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Anggota DPR RI, Ketua Umum MUI Provinsi Sulsel, Sekretaris Umum MUI Sulsel, Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat-Subbidang Keagamaan, Wali Kota Parepare, Plt Direktur Utama Bank Sulselbar, Wakil Kapolda Sulsel, Pendiri Bosowa Corp, Forkopimda Provinsi Sulsel, Ketua MUI Kabupaten/Kota se-Sulsel, Ketua Forum Silaturahmi Ulama Sulsel, serta Pimpinan Pondok Pesantren dan Ormas Agama Islam se-Sulsel.
(rca)
Lihat Juga :