Paus Fransiskus dan Keberagaman Indonesia

Jum'at, 11 Maret 2022 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Mengelola Keragaman
Selama ini, keragaman di republik ini mampu dikelola dengan baik. Kita memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk menjaga kerukunan. Keragaman yang ada tidak sepenuhnya membawa dalam kubangan kekacauan dan kekerasan. Tugas kita bersama untuk menjadikan keragaman sebagai modal sosial. Keragaman menjadi sumber daya. Keragaman dapat membuka cakrawala dan memperluas pengetahuan.

Indonesia berada dalam lautan keragaman, mulai dari budaya, agama, ras, etnis, suku, dan sebagainya. Menghadapi keragaman secara keliru dapat menyebabkan kehancuran. Sementara realitas keragaman Indonesia di mata dunia dikenal sebagai benteng kebebasan (bastion of freedom), rumah toleransi, kerukunan, dan jantung perdamaian dunia. Penguatan moderasi beragama menjadi penopang terhadap realitas multikutural itu.

Realitas itu perlu ditunjukkan kepada siapapun, termasuk kepada Paus Fransiskus untuk menegaskan tentang kehidupan keragaman di Indonesia yang selama ini berdamai dengan kenyataan. Sebagaimana yang ditegaskan Bernard Adeney-Risakotta dalam Dealing with Diversity: Religion, Globalization, Violence, Gender and Disaster in Indonesia (2012), keragaman di Indonesia berwujud dalam ruang negosiasi. Bernegosiasi dengan keragaman berarti mempertimbangkan komitmen pelbagai kelompok dan individu yang berbeda dan menegosiasikan solusi secara bersama.

Dialog Keberagamaan
Dalam realitas kehidupan keberagamaan, kita menjumpai dua arus paradigma yang berbanding arah. Pertama, praktik beragama yang substantif-inklusif. Berkaitan dengan ini, nalar beragama yang digunakan berpijak pada pandangan moderat, kontekstual, dan menghargai perbedaan. Kedua, praktik beragama yang eksklusif-legal-formalistik. Pada kelompok ini, yang nampak adalah hasrat dan arogansi ananiyah-hizbiyah (fanatisme dan egoisme kelompok). Tafsir keagamaan yang lahir lebih condong pada kekuatan absolutisme keagamaan yang tunggal. Sementara pihak yang lain, dianggap salah dan kemudian dilabeli sebagai musuh.

Salah satu cara mengungkapkan kedamaian sekaligus meneguhkannya adalah dengan cara mengintensifkan dialog. Dialog menjadi arena terbuka sekaligus ruang teatrikal untuk mencari titik temu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Madam Halimah Yacob...
Madam Halimah Yacob Membuka Harmony in Diversity Award Perdana di Jakarta
Gus Yaqut Segera Disidang...
Gus Yaqut Segera Disidang terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Jelang Pelimpahan Berkas,...
Jelang Pelimpahan Berkas, Gus Yaqut: Semoga Kebenaran Terungkap
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Istri Gus Yaqut Apresiasi...
Istri Gus Yaqut Apresiasi KPK Bantarkan Suaminya
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Kader PMII dan KOPRI...
Kader PMII dan KOPRI Pandeglang Istigasah Doakan Gus Yaqut
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ahli Hukum Sebut Pimpinan KPK Tak Punya Kewenangan Tentukan Tersangka
Rekomendasi
Kepala BSKDN Kemendagri...
Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Mahasiswa KKN Hadirkan Inovasi untuk Kemajuan Kepulauan Yapen
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Berita Terkini
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Dedi Mulyadi Menilai Keputusan Hakim Sudah Tepat
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved