BMKG dan BRIN Kembangkan Pemodelan Tsunami Merah Putih, Mampu Perkirakan Dampak Terburuk
Rabu, 09 Maret 2022 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Geofisika BMKG, Suko Prayitno menambahkan, sejak 2008 BMKG telah mengembangkan sebanyak 20.000 pemodelan tsunami. Sebanyak 5.000 pemodelan merupakan hibah bantuan dari Jerman tetapi hanya mencakup wilayah barat Pulau Sumatra dan selatan Pulau Jawa. Sementara 15.000 pemodelan sisanya merupakan pemodelan yang dibuat oleh BMKG.
"Kami berharap jumlah pemodelan merah putih yang dikembangkan bersama BRIN nantinya jauh lebih banyak dengan berbagai parameter dan kemungkinan. Mulai dari magnitudo, hiposentrum, sumber gempa, penyebab gempa, dan lain sebagainya," ujarnya.
Senada, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Prayitno menegaskan, BMKG siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan BRIN, termasuk dalam hal riset tsunami. Tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang selama ini dimiliki BMKG. "Semoga dalam tempo 1-2 tahun kolaborasi ini bisa terealisasi," katanya.
Baca juga: Waspadai Potensi Gempa-Tsunami di Selatan Jatim
Tambah WRS New Generation
Dwikorita juga menyampaikan bahwa untuk memperkuat sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, BMKG juga terus menambah jumlah Warning Receiver System (WRS) New Generation di seluruh pelosok Indonesia. BMKG juga terus menambah jumlah sensor pendeteksi gempa bumi atau seismograf di seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan kecepatan dan keakuratan informasi.
"Hingga saat ini total ada 428 sensor yang telah terpasang di seluruh penjuru Indonesia. Jumlahnya akan terus bertambah untuk merapatkan jaringan guna meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan informasi dan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan gempa bumi," katanya.
"Kami berharap jumlah pemodelan merah putih yang dikembangkan bersama BRIN nantinya jauh lebih banyak dengan berbagai parameter dan kemungkinan. Mulai dari magnitudo, hiposentrum, sumber gempa, penyebab gempa, dan lain sebagainya," ujarnya.
Senada, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Prayitno menegaskan, BMKG siap bekerja sama dan berkolaborasi dengan BRIN, termasuk dalam hal riset tsunami. Tentunya ini akan sangat bermanfaat untuk memperkuat sistem peringatan dini tsunami atau Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang selama ini dimiliki BMKG. "Semoga dalam tempo 1-2 tahun kolaborasi ini bisa terealisasi," katanya.
Baca juga: Waspadai Potensi Gempa-Tsunami di Selatan Jatim
Tambah WRS New Generation
Dwikorita juga menyampaikan bahwa untuk memperkuat sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami, BMKG juga terus menambah jumlah Warning Receiver System (WRS) New Generation di seluruh pelosok Indonesia. BMKG juga terus menambah jumlah sensor pendeteksi gempa bumi atau seismograf di seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan kecepatan dan keakuratan informasi.
"Hingga saat ini total ada 428 sensor yang telah terpasang di seluruh penjuru Indonesia. Jumlahnya akan terus bertambah untuk merapatkan jaringan guna meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan informasi dan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan gempa bumi," katanya.
Lihat Juga :