BMKG dan BRIN Kembangkan Pemodelan Tsunami Merah Putih, Mampu Perkirakan Dampak Terburuk
Rabu, 09 Maret 2022 - 20:41 WIB
loading...
BMKG bersama BRIN akan mengembangkan pemodelan tsunami yang diberi nama Pemodelan Tsunami Merah Putih. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengembangkan pemodelan tsunami yang diberi nama Pemodelan Tsunami Merah Putih. Pemodelan ini tidak hanya menyajikan prediksi estimasi waktu tiba gelombang, ketinggian, dan run up tsunami , tapi juga mencakup inundasi atau jarak horizontal terjauh yang dijangkau oleh gelombang tsunami dari garis pantai. Pemodelan inundasi tsunami ini digunakan untuk memperkirakan dampak tsunami terburuk.
"Poinnya, data prediksi yang disajikan nantinya jauh lebih tajam. Pemodelan inundasi ini juga bisa digunakan lebih jauh untuk memprediksi dampak serta kerugian material dan non material yang terjadi jika tsunami melanda. Misal, ada berapa desa yang tersapu tsunami, infrastruktur apa saja yang ada di zona tersebut, penduduk, dan lain sebagainya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (9/3/2022).
Dwikorita mengatakan, seluruh data yang dikeluarkan nantinya juga memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. Dengan begitu, nantinya upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah dapat lebih komprehensif dalam menekan risiko dan kerugian yang mungkin ditimbulkan.
Pemodelan Tsunami Merah Putih, juga akan melibatkan banyak pakar, di antaranya Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia Gegar Prasetya, serta beberapa peneliti dari ITB dan UGM. Pengembangan Pemodelan Tsunami Merah Putih ini juga dikawal oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rahman Hidayat.
"Poinnya, data prediksi yang disajikan nantinya jauh lebih tajam. Pemodelan inundasi ini juga bisa digunakan lebih jauh untuk memprediksi dampak serta kerugian material dan non material yang terjadi jika tsunami melanda. Misal, ada berapa desa yang tersapu tsunami, infrastruktur apa saja yang ada di zona tersebut, penduduk, dan lain sebagainya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (9/3/2022).
Dwikorita mengatakan, seluruh data yang dikeluarkan nantinya juga memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi. Dengan begitu, nantinya upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah dapat lebih komprehensif dalam menekan risiko dan kerugian yang mungkin ditimbulkan.
Pemodelan Tsunami Merah Putih, juga akan melibatkan banyak pakar, di antaranya Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia Gegar Prasetya, serta beberapa peneliti dari ITB dan UGM. Pengembangan Pemodelan Tsunami Merah Putih ini juga dikawal oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Dasar, Perkotaan, dan Sumber Daya Air (Asdep IDPSDA) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rahman Hidayat.
Lihat Juga :