Jenderal TNI Dudung Ajak Mahasiswa Unsri Mengingat Kembali Sejarah Bangsa
Senin, 07 Maret 2022 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Pangdam Jaya ini menyebut, ada empat peran yang bisa mahasiswa ambil dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pertama, sebagai agen perubahan. Kedua, sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila. Ketiga, sebagai penerus bangsa. Terakhir, sebagai komponen yang memiliki kontrol sosial dalam hidup bermasyarakat.
Menutup kuliah umumnya, Dudung berpesan agar para mahasiswa bisa mulai memupuk sikap kedermawanan untuk meraih kebahagiaan. Dudung juga berharap mahasiswa senantiasa melakukan usaha terbaiknya, terutama untuk meraih dan memperjuangkan cita-citanya masing-masing.
Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff, mengatakan, kuliah umum yang disampaikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman akan memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat kepada mahasiswa dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini karena mereka nanti yang akan menjadi penerus memimpin bangsa ini di masa mendatang.
”TNI memiliki hubungan sangat erat karena awal sejarah berdirinya Unsri berdasarkan atas surat keputusan dari Panglima Perang Almarhum Harun Sohar dengan pengangkatan rektor pertama berasal dari dokter tentara, yaitu dr. Muhammad Isha,” ucapnya.
Menutup kuliah umumnya, Dudung berpesan agar para mahasiswa bisa mulai memupuk sikap kedermawanan untuk meraih kebahagiaan. Dudung juga berharap mahasiswa senantiasa melakukan usaha terbaiknya, terutama untuk meraih dan memperjuangkan cita-citanya masing-masing.
Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff, mengatakan, kuliah umum yang disampaikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman akan memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat kepada mahasiswa dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini karena mereka nanti yang akan menjadi penerus memimpin bangsa ini di masa mendatang.
”TNI memiliki hubungan sangat erat karena awal sejarah berdirinya Unsri berdasarkan atas surat keputusan dari Panglima Perang Almarhum Harun Sohar dengan pengangkatan rektor pertama berasal dari dokter tentara, yaitu dr. Muhammad Isha,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :