Kenali Penceramah Moderat agar Tidak Disusupi Ideologi Radikal

Minggu, 06 Maret 2022 - 06:41 WIB
loading...
Kenali Penceramah Moderat...
Sekretaris BPET MUI M Najih Arromadloni mendukung instruksi Presiden Jokowi agar TNI-Polri dan keluarganya tidak sembarangan mengundang penceramah. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo saat membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri 2022, Selasa (1/3/2022), mengingatkan agar tidak sembarangan mengundang penceramah atas nama demokrasi. TNI dan Polri beserta keluarga harus menjaga kedisiplinan nasional.

Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) M Najih Arromadloni mendukung pernyataan Presiden Jokowi tersebut. Menurutnya, infiltrasi kelompok radikal memang telah sampai pada lini strategis pemerintahan sehingga perlu untuk diwaspadai.

"Lembaga negara itu memang menjadi salah satu sasaran utama infiltrasi menggunakan pola pergerakan yang dikenal dengan istilah Tholabun-Nusroh," kata M Najih Arromadloni di Jakarta seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (6/3/2022).



Istilah Tholabun-Nusroh kerap digunakan oleh kelompok Hizbut Tahrir dengan cara mengelabui pihak-pihak yang dianggap memiliki kekuatan dan dapat memberikan perlindungan. Oleh karena itu, institusi TNI-Polri ini dijadikan sasaran oleh kalompok tersebut dalam melanggengkan visinya untuk menyebarkan paham radikal.

"Kelompok mereka ini berusaha mengelabui tentara, polisi, anggota intelijen dan lini lini strategis pemerintahan yang lain. Nah ini tentu saja yang harus diwasapadai karena ke depannya dapat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa," tutur Sekjen Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia ini.

Menurut Gus Najih, kondisi ini juga dipengaruhi oleh semangat beragama dari masyarakat Indonesia yang kian hari semakin tinggi. Terbukti dengan banyaknya majelis dan pengajian mulai dari rumah hingga ke lingkungan instansi dan perkantoran. Semangat beragama yang tinggi ini tentunya harus diimbangi dengan ilmu yang mumpuni juga sebagaimana dalam Hadits Nabi mengatakan bahwasannya Allah SWT membenci terhadap kebodohan.

"Artinya apa, orang yang semangat beragama juga harus semangat menambah ilmu, memperdalam ilmu agar supaya dia beragama yang benar," kata pendiri Center for Research and Islamic Studies (CRIS) Foundation ini.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Keluarga TNI-Polri Tak Sembarangan Undang Penceramah

Hal tersebut, menurut Gus Najih, perlu mendapat perhatian. Terkait fakta oknum penceramah radikal sudah mulai masuk dan menginfiltrasi aparat dan instansi negara melalui majelis dan pengajian, maka pihak terkait harus melakukan evaluasi.

"Kita mendapati fakta, di TNI yang nasionalismenya dianggap sudah paripurna itu, ada 4% yang terpapar, sehingga bagaimana caranya harus dicegah dan dievaluasi," katanya.

Gus Najih juga mengatakan, ada banyak faktor yang membuat instansi negara kerap 'kecolongan' yang telah menjadikan oknum penceramah dengan visi menyebarkan paham radikal sebagai narasumber dalam majelis. "Salah satunya adalah faktor ketidaktahuan. Mungkin hanya berdasarkan bahwa si penceramah itu populer atau mudah diundang. Kedua, bisa jadi karena memang sudah terpapar," kata pria yang juga praktisi Pesantren ini.

Menurut alumnus Universitas Ahmad Kuftaro Damaskus Suriah ini, perlu ditanamkan kesadaran dan pengetahuan kepada khususnya anggota serta keluarga ASN, TNI, dan Polri untuk dapat mengenali para pemuka agama moderat yang membawa kepada konsep agama sebagai rahmat.

"Sebetulnya tidak sulit, bisa saja dengan mendengarkan atau melihat rekaman ceramahnya di YouTube atau media sosial di internet. Parameternya Islam yang rahmatan lil alamin. Kita punya modal besar, ulama dari ormas moderat yang diundang dan insyaAllah membawa kebaikan," ujarnya.

Terlebih, manusia dibekali dengan intuisi dan hati nurani untuk mengenali kebaikan dan penyimpangan. Jika ajaran agama tidak membawa rahmat dan kebaikan, maka bisa jadi hal tersebut sekedar nafsu dan kepentingan politik semata. Karena itu, sudah selayaknya para pemuka agama kembali mencontoh metode dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo dan para ulama Nusantara pendahulu dalam rangka menyebarkan agama di tengah kondisi keragaman bangsa.

"Islam itu masuk ke Indonesia masuk melalui akulturasi budaya, tanpa ada kekerasan, pemaksaan, tanpa ada upaya menjatuhkan atau menghina. Prosesnya pun sangat soft sekali masuk melalui jalur kebudayaan, kekeluargaan dan sebagainya," katanya.

Proses dakwah seperti itu, dapat menjadikan agama Islam ini mudah diterima oleh masyarakat Indonesia dan menjadikan kondisi sosial masyarakat saat itu menjadi sangat baik. "Jadi sekali lagi bahwa dakwah proses ini sangat penting sekali diperhatikan, ke depannya bisa berbahaya kalau sampai para pemegang kepentingan ini terpapar dan terinfiltrasi," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
MUI Minta Pelaku Kekerasan...
MUI Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo Diberi Hukuman Maksimal
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Pandangan soal...
Beda Pandangan soal Dam Haji, DPR Sarankan Kemenhaj dan MUI Cari Titik Temu
MUI Ingatkan Penguburan...
MUI Ingatkan Penguburan Hidup-hidup Ikan Sapu-sapu Tak Sesuai Prinsip Islam
Rekomendasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Gunduli Irak, Prancis...
Gunduli Irak, Prancis Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Infografis
Tanda Terjadinya Malam...
Tanda Terjadinya Malam Lailatul Qadar, Penting Diketahui agar Memaksimalkan Ibadah!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved