Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Wamenhan dan Dubes Jepang Bahas Pengadaan Alutsista
Rabu, 02 Maret 2022 - 19:13 WIB
loading...
Wamenhan Letjen TNI M. Herindra menerima kunjungan kehormatan Dubes Jepang Kanasugi Kenji di Kemhan Jakarta Pusat. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI M. Herindra menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji di Kemhan Jakarta Pusat, Rabu (2/3/2022). Beberapa hal terkait peningkatan kerja sama menjadi topik pembahasan.
"Agenda pembicaraan di antaranya mengenai rencana pengadaan alutsista, pertukaran pendidikan, pelatihan dan kerja sama lainnya," tulis Kemhan dalam keterangan tertulis, Rabu (2/3/2022).
Kemhan menerangkan, sebelumnya pada 30 Maret 2021, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menhan Jepang Nobuo Kishi, telah menandatangani perjanjian kerja sama alih Alutsista dan Teknologi. Hal itu menandai dimulainya kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan Jepang. "Kesepakatan ini ditandatangani, setelah pertemuan 2+2 dengan Menteri Luar Negeri kedua negara," katanya.
Baca juga: Wamenhan Minta PT DI Produksi Prototipe Hasil Litbang Kemhan-TNI
Sementara itu, Menhan Jepang Nobuo Kishi pada saat itu menyampaikan penandatanganan ini membuka fondasi kuat bagi kedua negara untuk menjaga keamanan bersama. Lalu, akan mempercepat juga keputusan ekspor alutsista Jepang ke Indonesia.
Baca juga: Wamenhan Ingatkan Kondisi Alutsista TNI Harus Prima
Sebagai informasi, hubungan kerja sama pertahanan antara kedua negara telah berjalan dengan sangat baik di bawah payung Memorandum of Cooperation and Exchanges in The Field of Defence. Di mana hal itu ditandatangani kedua Menteri Pertahanan pada 23 Maret 2015 di Tokyo, Jepang.
Kerja sama yang terjalin di antaranya, dialog dan konsultasi antara lembaga pertahanan, TNI dan Pasukan Bela Diri Jepang, kerja sama peningkatan kapasitas, pertukaran informasi tentang institusi dan isu-isu pertahanan dinamika regional, keamanan maritim, bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
Kemudian, kedokteran militer, kontra-terorisme, pertahanan siber, kerangka kerja regional, maupun kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan melalui pertukaran pelajar, pakar dan peneliti.
"Agenda pembicaraan di antaranya mengenai rencana pengadaan alutsista, pertukaran pendidikan, pelatihan dan kerja sama lainnya," tulis Kemhan dalam keterangan tertulis, Rabu (2/3/2022).
Kemhan menerangkan, sebelumnya pada 30 Maret 2021, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menhan Jepang Nobuo Kishi, telah menandatangani perjanjian kerja sama alih Alutsista dan Teknologi. Hal itu menandai dimulainya kerja sama antara industri pertahanan Indonesia dan Jepang. "Kesepakatan ini ditandatangani, setelah pertemuan 2+2 dengan Menteri Luar Negeri kedua negara," katanya.
Baca juga: Wamenhan Minta PT DI Produksi Prototipe Hasil Litbang Kemhan-TNI
Sementara itu, Menhan Jepang Nobuo Kishi pada saat itu menyampaikan penandatanganan ini membuka fondasi kuat bagi kedua negara untuk menjaga keamanan bersama. Lalu, akan mempercepat juga keputusan ekspor alutsista Jepang ke Indonesia.
Baca juga: Wamenhan Ingatkan Kondisi Alutsista TNI Harus Prima
Sebagai informasi, hubungan kerja sama pertahanan antara kedua negara telah berjalan dengan sangat baik di bawah payung Memorandum of Cooperation and Exchanges in The Field of Defence. Di mana hal itu ditandatangani kedua Menteri Pertahanan pada 23 Maret 2015 di Tokyo, Jepang.
Kerja sama yang terjalin di antaranya, dialog dan konsultasi antara lembaga pertahanan, TNI dan Pasukan Bela Diri Jepang, kerja sama peningkatan kapasitas, pertukaran informasi tentang institusi dan isu-isu pertahanan dinamika regional, keamanan maritim, bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana.
Kemudian, kedokteran militer, kontra-terorisme, pertahanan siber, kerangka kerja regional, maupun kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan melalui pertukaran pelajar, pakar dan peneliti.
(cip)
Lihat Juga :