Luhut Pandjaitan Bersama Tim Kemendagri Tinjau TPST Padang Sambian Bali
Sabtu, 26 Februari 2022 - 17:00 WIB
loading...
Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan bersama Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Padang Sambian di Denpasar, Bali, Jumat (25/2/2022). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan bersama Tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Padang Sambian di Denpasar, Bali, Jumat (25/2/2022). TPST Padang Sambian merupakan salah satu TPST yang tengah dibangun di wilayah Sarbagita Bali (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).
TPST tersebut akan dibangun dengan berbasis refuse derived fuel (RDF) yang sebelumnya telah dibangun di beberapa daerah. Pembangunan TPST ditargetkan rampung pada akhir Juli 2022, sehingga pada Agustus dapat mulai beroperasi. Baca juga: Minta ASN Kemendagri-BNPP Ubah Mindset, Tito: Bila Pertahankan Kultur Buruk Tergilas
Tim Kemendagri yang mendampingi Luhut antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sugeng Hariyono, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum Sang Made Mahendra Jaya, serta beberapa pihak terkait lain.
Plt Dirjen Bina Bangda Sugeng Hariyono menjelaskan melalui pengolahan berbasis TPST keberadaan sampah dapat bernilai ekonomis. Praktik tersebut sudah dicontohkan di beberapa tempat pengelolaan sampah yang dikunjunginya selama berada di Bali.
"Jadi, sampah selain dibuang juga diolah dan diolah itu adalah punya nilai ekonomi, melahirkan UMKM, ada turunan-turunan termasuk memanfaatkan kompos, bahkan kemudian energi baru bisa kita peroleh dari sana dengan memanfaatkan gas metana dari sampah," ujar Sugeng.
TPST tersebut akan dibangun dengan berbasis refuse derived fuel (RDF) yang sebelumnya telah dibangun di beberapa daerah. Pembangunan TPST ditargetkan rampung pada akhir Juli 2022, sehingga pada Agustus dapat mulai beroperasi. Baca juga: Minta ASN Kemendagri-BNPP Ubah Mindset, Tito: Bila Pertahankan Kultur Buruk Tergilas
Tim Kemendagri yang mendampingi Luhut antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Sugeng Hariyono, Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, Staf Khusus Mendagri Bidang Keamanan dan Hukum Sang Made Mahendra Jaya, serta beberapa pihak terkait lain.
Plt Dirjen Bina Bangda Sugeng Hariyono menjelaskan melalui pengolahan berbasis TPST keberadaan sampah dapat bernilai ekonomis. Praktik tersebut sudah dicontohkan di beberapa tempat pengelolaan sampah yang dikunjunginya selama berada di Bali.
"Jadi, sampah selain dibuang juga diolah dan diolah itu adalah punya nilai ekonomi, melahirkan UMKM, ada turunan-turunan termasuk memanfaatkan kompos, bahkan kemudian energi baru bisa kita peroleh dari sana dengan memanfaatkan gas metana dari sampah," ujar Sugeng.
Lihat Juga :