Survei IPO: Prabowo, Erick Thohir dan Risma Menteri Paling Berkinerja Baik
Sabtu, 26 Februari 2022 - 14:09 WIB
loading...
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi sosok menteri yang dianggap paling berkinerja baik oleh publik. Hal ini menjadi temuan survei yang dilakukan IPO). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi sosok menteri yang dianggap paling berkinerja baik oleh publik. Hal ini menjadi temuan survei yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO).
"Nama-nama yang dianggap baik itu linier dengan nama-nama yang populer. Semisal Prabowo Subianto dianggap sebagai menteri paling baik, teratas 81,3%," ujar Direktur IPO, Dedi Kurnia Syah dalam diskusi MNC Trijaya Network, Sabtu (26/2/2022). Baca juga: Survei IPO: Publik Nilai Menag, Menaker, dan Menkumham Layak Diganti
Di posisi selanjutnya, ada Menteri BUMN Erick Thohir dengan persentase sebesar 79,2%. Kemudian, Menparekraf Sandiaga Uno sebesar 74,6%. Selanjutnya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dengan persentase sebesar 72,5%.
"Ini adalah kelompok-kelompok menteri yang populer," ucapnya.
Dedi pun menyoroti angka 62% kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang ekonomi ternyata tidak linier dengan kepuasan publik terhadap kinerja menteri di bidang ekonomi tersebut.
"Nama-nama yang dianggap baik itu linier dengan nama-nama yang populer. Semisal Prabowo Subianto dianggap sebagai menteri paling baik, teratas 81,3%," ujar Direktur IPO, Dedi Kurnia Syah dalam diskusi MNC Trijaya Network, Sabtu (26/2/2022). Baca juga: Survei IPO: Publik Nilai Menag, Menaker, dan Menkumham Layak Diganti
Di posisi selanjutnya, ada Menteri BUMN Erick Thohir dengan persentase sebesar 79,2%. Kemudian, Menparekraf Sandiaga Uno sebesar 74,6%. Selanjutnya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dengan persentase sebesar 72,5%.
"Ini adalah kelompok-kelompok menteri yang populer," ucapnya.
Dedi pun menyoroti angka 62% kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bidang ekonomi ternyata tidak linier dengan kepuasan publik terhadap kinerja menteri di bidang ekonomi tersebut.
Lihat Juga :