IKADI: Azan Itu Mengusir Setan, Tak Bisa Disamakan dengan Gonggongan Anjing
Jum'at, 25 Februari 2022 - 17:33 WIB
loading...
A
A
A
"Apabila azan dikumandangkan, setan berpaling sambil kentut hingga dia tidak mendengar azan tersebut. Apabila azan selesai dikumandangkan, dia pun kembali. Apabila dikumandangkan iqamah, setan pun berpaling lagi. Apabila iqamah selesai dikumandangkan, setan pun kembali, dia akan melintas di antara seseorang dan nafsunya. Dia berkata, 'Ingatlah demikian, ingatlah demikian untuk sesuatu yang sebelumnya dia tidak mengingatnya, hingga laki-laki tersebut senantiasa tidak mengetahui berapa rakaat dia salat. Apabila salah seorang dari kalian tidak mengetahui berapa rakaat dia salat, hendaklah dia bersujud dua kali dalam keadaan duduk." (HR Bukhari, No 608 dan Muslim, No 389).
Menurut Ahmad Kusyairi, hampir 77 tahun Indonesia merdeka, tidak pernah ada yang meributkan dan mempermasalahkan toa masjid dan suara azan. Kehidupan masyarakat pun harmonis, guyup, dan rukun. Karena itu, ia mengingatkan sebaiknya energi bangsa dikerahkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan bangsa yang kompleks dan jelas ada di depan mata.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Menag Yaqut terkait Polemik Suara Azan dan Gonggongan Anjing
"Minyak goreng yang langka, harga sebagian kebutuhan bahan pokok yang melonjak, pandemi yang masih mengintai kita dan lain-lain," katanya.
Ia juga berharap para pejabat publik lebih hati-hati dalam membuat pernyataan dan tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan baru agar umat bisa hidup tentram, damai, dan harmonis. Apalagi tidak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan, sehingga diperlukan ucapan, tindakan, dan kebijakan yang dapat menyejukkan hati dan mengundang barokah Ilahi.
Menurut Ahmad Kusyairi, hampir 77 tahun Indonesia merdeka, tidak pernah ada yang meributkan dan mempermasalahkan toa masjid dan suara azan. Kehidupan masyarakat pun harmonis, guyup, dan rukun. Karena itu, ia mengingatkan sebaiknya energi bangsa dikerahkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan bangsa yang kompleks dan jelas ada di depan mata.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Menag Yaqut terkait Polemik Suara Azan dan Gonggongan Anjing
"Minyak goreng yang langka, harga sebagian kebutuhan bahan pokok yang melonjak, pandemi yang masih mengintai kita dan lain-lain," katanya.
Ia juga berharap para pejabat publik lebih hati-hati dalam membuat pernyataan dan tidak menimbulkan kegaduhan-kegaduhan baru agar umat bisa hidup tentram, damai, dan harmonis. Apalagi tidak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan, sehingga diperlukan ucapan, tindakan, dan kebijakan yang dapat menyejukkan hati dan mengundang barokah Ilahi.
(abd)
Lihat Juga :