Forum Kajian Budaya dan Agama Ini Duga Kelompok Intoleran di Balik Politisasi Azan

Jum'at, 25 Februari 2022 - 11:55 WIB
loading...
Forum Kajian Budaya...
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Foto/Kemenag
A A A
JAKARTA - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terkait azan diduga dipolitisasi kelompok tertentu, untuk memperkeruh suasana menjelang perhelatan Pemilu 2024 . Penilaian tersebut disampaikan Direktur Center For Inter Religious Study and Traditions (CFRIST), sebuah forum kajian antarbudaya dan agama, Arif Mirdjaja.

Arif mengaku prihatin atas politisasi pernyataan Menteri Agama terkait dengan pengaturan volume azan di Masjid. Dia menilai dari pernyataan Gus Yaqut tidak terlihat adanya upaya membandingkan antara azan dengan gonggongan anjing.

"Justru Menag mengatakan bahwa gonggongan anjing yang menganggu," katanya, kepada media, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: Kemenag Luruskan Pernyataan Menag Yaqut yang Membandingkan Azan dengan Suara Anjing



Dia menduga politisasi pernyataan Menteri Yaqut merupakan upaya kelompok tertentu untuk memperkeruh keadaan demi kepentingan politik sesaat. "Serangan terhadap Menag jelas sangat terlihat sebagai upaya bermain di air keruh yang disinyalir berkolerasi dengan kelompok intoleran. Bukan cerita baru bahwa ada partai berkedok nasionalis yang juga pernah membela terduga tindak pidana teroris, pattern-nya sangat jelas terlihat," ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat patut waspada terhadap upaya politisasi semacam ini. Terlebih, dugaan politisasi ini mudah tersulut jika tak disikapi secara arif dan bijaksana oleh semua komponen bangsa.

"Ada desain besar yang sedang dijalankan menuju Pemilu 2024. Kita harus hati-hati," ujar Arif mengingatkan.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Pelimpahan Berkas Gus...
Pelimpahan Berkas Gus Yaqut Tunggu Proses Ibadah Haji 2026 Selesai
Momen Iduladha, Gus...
Momen Iduladha, Gus Yaqut Dibawakan Tempe Goreng Favorit oleh Istrinya
Kader PMII dan KOPRI...
Kader PMII dan KOPRI Pandeglang Istigasah Doakan Gus Yaqut
Mantan Menag Yaqut Resmi...
Mantan Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ahli Hukum Sebut Pimpinan KPK Tak Punya Kewenangan Tentukan Tersangka
Rekomendasi
Dulu Dipaksa Les Nyanyi,...
Dulu Dipaksa Les Nyanyi, Kini Arcelly Bersinar di Panggung Nasional
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Berita Terkini
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Kawal Instruksi Presiden...
Kawal Instruksi Presiden Soal Ojol, Komisi V DPR Minta Tarif Baru Tak Bebani Konsumen
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Pengasuh PP Sembilangan Bangkalan Soroti Kondisi NU
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
Mau Ikut Pilih Logo...
Mau Ikut Pilih Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI? Begini Caranya
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved