Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Rencana Cetak Sawah di Kalteng

Minggu, 14 Juni 2020 - 21:34 WIB
loading...
A A A
"Proyek itu menyedot APBN sekitar Rp1,6 triliun dan gagal total menjadi lumbung pangan. Bahkan justru wilayahnya telah berganti menjadi perkebunan sawit hingga saat ini," tuturnya.

Kedua, koalisi ini menilai usaha mencetak sawah di lahan gambut akan merusak alam. Nantinya, yang merasakan akibatnya masyarakat sekitarnya. Model pembangunan yang bertumpu pada ekstraksi sumber daya alam telah mengakibatkan konsekuensi serius terhadap keberlanjutan bumi dan manusia.

"Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan sangat penting bagi keseimbangan iklim. Perlu adanya perlindungan biodiversitas lahan basah bahkan untuk menghindari sumber penyakit zoonosis yang berasal dari pengrusakan alam," tegas Dimas.

Alasan ketiga, pemerintah seharusnya mengembalikan urusan pangan kepada petani dengan memberikan hak atas tanah. Dimas memaparkan, sebaiknya melakukan diversifikasi dan mengembangkan pangan lokal. Caranya melakukan intensifikasi lahan-lahan yang cocok atau memanfaatkan lahan eks hak guna usaha (HGU) yang ditelantarkan. Koalisi mendesak pemerintah menghentikan penggusuran terhadap lahan-lahan pertanian untuk pembangunan infrastruktur, investasi tambang, dan perkebunan sawit.

"Selama ini kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Kini, saatnya sistem pertanian dan pangan dikembalikan kepada petani sebagai soko guru di negeri agraris ini," pungkas Dimas.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Pengendalian Kebakaran...
Pengendalian Kebakaran Gambut, Wamenhut Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi ASEAN
Ancaman Karhutla: Dari...
Ancaman Karhutla: Dari Pemadaman Api Menuju Pencegahan Hotspot
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rekomendasi
Bellingham vs Messi:...
Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
Simba Sereal Bidik Pasar...
Simba Sereal Bidik Pasar Keluarga Melalui Edukasi Sarapan Anak
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
Berita Terkini
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Mensesneg Sebut Pengunduran...
Mensesneg Sebut Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus Tidak Pakai Keppres
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Nasibnya di Satgas PKH Belum Jelas
Ini Alasan KPK Belum...
Ini Alasan KPK Belum Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Melihat Koleksi Buku...
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved