MUI: Berdoa Boleh Menggunakan Bahasa Apa Pun
Senin, 21 Februari 2022 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka".
"Doa ini dikenal oleh masyarakat dengan istilah doa sapu jagad," tuturnya.
Baca juga: Berdoa Pakai Bahasa Indonesia, Jenderal Dudung: Tuhan Kita Bukan Orang Arab
Diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut dalam berdoa setelah salat, umat Islam diperbolehkan menggunakan bahasa apa pun, termasuk bahasa Indonesia. Hal ini sebagai respons atas pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang mengaku ia berdoa dalam bahasa Indonesia karena Tuhan Kita itu Bukan Orang Arab.
Menurut Menag, pernyataan Jenderal Dudung tentang berdoa dalam konteks pilihan dan cara berkomunikasi dengan Tuhan, bermaksud memosisikan Allah sebagai makhluk. Kalimat karena Tuhan kita itu bukan orang Arab tidak berdiri sendiri tapi bermakna penegasan setelah kalimat 'pakai bahasa Indonesia saja'.
"Itu clear sekali kalau kita memahami pernyataan Jenderal Dudung secara utuh. Pernyataan itu juga menjadi penegasan bahwa Tuhan memang bukan makhluk, tapi sebagai Khalik (Sang Pencipta)," kata Menag.
"Doa ini dikenal oleh masyarakat dengan istilah doa sapu jagad," tuturnya.
Baca juga: Berdoa Pakai Bahasa Indonesia, Jenderal Dudung: Tuhan Kita Bukan Orang Arab
Diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut dalam berdoa setelah salat, umat Islam diperbolehkan menggunakan bahasa apa pun, termasuk bahasa Indonesia. Hal ini sebagai respons atas pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang mengaku ia berdoa dalam bahasa Indonesia karena Tuhan Kita itu Bukan Orang Arab.
Menurut Menag, pernyataan Jenderal Dudung tentang berdoa dalam konteks pilihan dan cara berkomunikasi dengan Tuhan, bermaksud memosisikan Allah sebagai makhluk. Kalimat karena Tuhan kita itu bukan orang Arab tidak berdiri sendiri tapi bermakna penegasan setelah kalimat 'pakai bahasa Indonesia saja'.
"Itu clear sekali kalau kita memahami pernyataan Jenderal Dudung secara utuh. Pernyataan itu juga menjadi penegasan bahwa Tuhan memang bukan makhluk, tapi sebagai Khalik (Sang Pencipta)," kata Menag.
(abd)
Lihat Juga :