Sekjen PDIP: Pembangunan IKN Nusantara Utamakan Konsep Indonesia Sentris

Jum'at, 18 Februari 2022 - 15:07 WIB
loading...
Sekjen PDIP: Pembangunan...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan konsep pembangunan IKN Nusantara mengedepankan konsep Indonesia sentris. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan konsep pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengedepankan konsep Indonesia sentris, sebagaimana cita-cita Presiden Soekarno. Di mana Presiden Indonesia pertama itu menempatkan Kalimantan sebagai pusat pemerintahan.

"Konsepsinya Ibu Kota Negara baru ini merupakan penjabaran dari Indonesia sentris dan secara historis apa yang dilakukan oleh Bung Karno pada tahun 60 sudah menempatkan Kalimantan itu sebagai koridor strategis guna menatap masa depan dunia yang berada di Pasifik," kata Hasto dalam webinar bertemakan Sharing Session tentang IKN Baru Indonesia, Jumat (18/2/2022).

Baca juga: Diteken Jokowi, Ini Rincian 9 Aturan Turunan UU Ibu Kota Negara

Mahasiswa Doktoral Universitas Pertahanan (Unhan) ini mengatakan, Kalimantan sebagai IKN telah sebagai konsekuensi geopolitik Indonesia. "Mengingat di depan Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur itu terbentang suatu kawasan perdagangan strategis dari Selat Sunda hingga ke Selat Makassar," ungkap Hasto.

Baca juga: DPR Sebut Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Kepala Otorita IKN

Karena itu, pembangunan IKN ini sebenarnya mencerminkan geopolitik dari Soekarno yang mencerminkan suatu kepemimpinan Indonesia yang bebas dari penjajahan. "Kemudian semangat dunia baru yang demokratis yang mengedepankan eksistensi damai," kata Hasto.

Hasto menilai desain IKN Baru harus mencerminkan keseimbangan. Bukan hanya modern saja tetapi harus sesuai kultur dan budaya Indonesia. "Mementingkan suatu keseimbangan bagaimana alam raya di Kalimantan Indonesia dan dunia dengan berbagai filosofi, seperti di Bali dikenal konsepsi Tri Hita Karana,"kata Hasto.

Oleh Karena itu, menurut Hasto, tata ruang dan arsitektur harus mencerminkan kepemimpinan, kultur, dan halaman Indonesia. "Suatu spirit modern city, smarty city, tapi harus didasari oleh nature kita, culture kita. Itu suatu hal yang penting dan menjadi roh desain arsitektur," ungkapnya.

Selain itu, IKN Nusantara ini juga dapat melambangkan jembatan antara histori Indonesia. "Ini pada dasarnya merupakan suatu jembatan histori antara masa lalu Indonesia dan kemudian mimpi Indonesia membangun peradaban dunia. Inilah yang kita harapkan sebagai suatu core value dalam membangun tata kota dan arsitek dari ibu kota baru," kata Hasto.

Pada kesempatan yang sama, Hasto memberikan apresiasi ke nara sumber arsitek Yori Antar yang telah mengangkat kembali konsepsi arsitektur berdasarkan budaya dan kondisi geografis Indonesia. "Bung Karno sejak awal menegaskan pentingnya Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan, membangun jalan berdiri di atas kaki sendiri. Apa yang disampaikan Pak Yori menggambarkan kebangkitan spirit itu. Spirit untuk mengangkat arsitektur Indonesia yang jika digali muatan filosofisnya juga luar biasa," ucap Hasto.

Hasto menyampaikan Pak Yori telah menggali keseluruhan khasanah arsitektur Indonesia untuk ditampilkan dalam kesadaran iklim dua musim dan pemahaman terhadap ruang publik serta sistem sosial gotong royong.

Sementara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak semua pihak bergotong-royong membangun IKN. "Ini menjadi center pembangunan, pemerataaan pembangunan Indonesia. Mudah-mudahan bisa menjadi kenyataan," kata dia.

Selain itu, Arsitek dari Jepang Kengo Kuma juga berharap IKN di Kalimantan dapat menjadi contoh atau model bagi ibu kota terutama di Asia. "Kalau perlu, bahkan satu-satunya setelah Corona selesai menjadi satu-satunya ibu kota yang berdiri setelah Corona dan menjadi model yang sangat baik, contoh bagi dunia, di mana sebagai Ibu Kota Negara yang sangat asri, menciptakan hal yang positif," kata Kuma.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Rekomendasi
Spanyol Lolos ke Semifinal...
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belgia 2-1
Unesa Buka Jalur TMUBK...
Unesa Buka Jalur TMUBK Gelombang 2 2026, Cek Persyaratannya
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved