Pesan Berantai Calon Penyelenggara Pemilu, PAN Khawatir Pola Ini Disengaja
Rabu, 16 Februari 2022 - 17:20 WIB
loading...
Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus mengatakan, pesan berantai calon anggota KPU-Bawaslu terpilih periode 2022-2027, dinilai perlu ditelisik kebenarannya. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Beredarnya pesan berantai calon anggota KPU dan Bawaslu terpilih periode 2022-2027, dinilai perlu ditelisik kebenarannya. Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus.
Baca juga: Komisi II DPR Sebut Pesan Berantai Penyelenggara Pemilu Terpilih Hanya Spekulasi
Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini terkejut dan tidak tahu dari mana asal nama-nama yang beredar dalam pesan berantai tentang nama calon komisioner KPU-Bawaslu itu.
Baca juga: Beredar Nama Penyelenggara Pemilu Terpilih, DPR: Tesnya Aja Baru Sekarang
"Saya berharap pesan berantai yang beredar via WA dan juga diterima teman-media perlu ditelisik lagi kebenarannya. Dari mana sumber berita itu diperoleh, serta siapa yang mengemukakannya, dan lainnya," kata Guspardi kepada wartawan, Rabu (16/2/2022).
Ia menyebutkan, saat ini memang marak terjadi berita hoaks yang sengaja diproduksi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menduga, pesan berantai ini di maksudkan untuk membangun opini.
"Saya khawatir jika hal ini sengaja diciptakan untuk merongrong kredibilitas Komisi II dalam melaksanakan fit and proper test kimisioner KPU-Bawaslu," ujarnya.
Baca juga: Komisi II DPR Sebut Pesan Berantai Penyelenggara Pemilu Terpilih Hanya Spekulasi
Anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini terkejut dan tidak tahu dari mana asal nama-nama yang beredar dalam pesan berantai tentang nama calon komisioner KPU-Bawaslu itu.
Baca juga: Beredar Nama Penyelenggara Pemilu Terpilih, DPR: Tesnya Aja Baru Sekarang
"Saya berharap pesan berantai yang beredar via WA dan juga diterima teman-media perlu ditelisik lagi kebenarannya. Dari mana sumber berita itu diperoleh, serta siapa yang mengemukakannya, dan lainnya," kata Guspardi kepada wartawan, Rabu (16/2/2022).
Ia menyebutkan, saat ini memang marak terjadi berita hoaks yang sengaja diproduksi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menduga, pesan berantai ini di maksudkan untuk membangun opini.
"Saya khawatir jika hal ini sengaja diciptakan untuk merongrong kredibilitas Komisi II dalam melaksanakan fit and proper test kimisioner KPU-Bawaslu," ujarnya.
Lihat Juga :