Heboh Wayang Haram, Ini Klarifikasi Lengkap dan Permohonan Maaf Ustaz Khalid Basalamah
Selasa, 15 Februari 2022 - 11:45 WIB
loading...
A
A
A
"Video ini kami buat untuk klarifikasi dan permohonan maaf tentunya atas potongan jawaban dari pertanyaan yang diajukan jamaah beberapa tahun lalu di Masjid Blok M Jakarta dan sekaligus jawaban kami tentang masalah wayang," katanya dikutip, Selasa (15/2/2022).
Baca juga: Heboh Wayang Disebut Haram, Abdul Mu'ti: Sejarah Islam, Media Dakwah yang Efektif
Berikut ini klarifikasi dan permohonan maaf lengkapnya:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh, Alhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rasulillah. Segala puji dan puja ke hadirat Allah SWT serta salawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Video ini kami buat teman-teman untuk klarifikasi sekaligus permohonan maaf tentunya atas potongan pertanyaan yang diajukan salah satu jamaah beberapa tahun lalu di Masjid Blok M Jakarta, dan sekaligus jawaban kami tentang masalah wayang
Saya akan coba klarifikasi jawaban kami, saya coba bagi menjadi tiga bagian.
1. Lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban dai muslim kepada penanya muslim. Itu dulu batasannya.
Saat ditanyakan masalah wayang, saya mengatakan, alangkah baiknya dan kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Dan tidak ada kata-kata saya di situ, mengharamkan. Saya mengajak agar menjadikan Islam sebagai tradisi. Makna kata-kata ini juga kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, tidak ada masalah. Dan kalau bentrok dengan Islam, ada baiknya ditinggalkan. Ini sebuah saran.
2. Potongan kedua teman-teman sekalian pada saat penanya, bagaimana tobatnya dalang? Dari pertanyaan ini kami jawab, ini sebenarnya mirip lingkupnya kalau ada yang mengatakan bagaimana dengan tobatnya seorang pedagang, seorang guru misalnya, disebutkan profesi. Maka saya sebagai seorang dai muslim menjawab, umumnya kaum muslimin kalau bertaubat dan setiap muslim pasti akan merasa bahagia, senang kalau diajak bertaubat. Dan memang jawabannya taubat nasuha, kembali kepada Allah dengan tobat yang benar.
Baca juga: Heboh Wayang Disebut Haram, Abdul Mu'ti: Sejarah Islam, Media Dakwah yang Efektif
Berikut ini klarifikasi dan permohonan maaf lengkapnya:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabaraktuh, Alhamdulillah wassholatu wassalamu 'ala rasulillah. Segala puji dan puja ke hadirat Allah SWT serta salawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Video ini kami buat teman-teman untuk klarifikasi sekaligus permohonan maaf tentunya atas potongan pertanyaan yang diajukan salah satu jamaah beberapa tahun lalu di Masjid Blok M Jakarta, dan sekaligus jawaban kami tentang masalah wayang
Saya akan coba klarifikasi jawaban kami, saya coba bagi menjadi tiga bagian.
1. Lingkupnya adalah pengajian kami dan jawaban dai muslim kepada penanya muslim. Itu dulu batasannya.
Saat ditanyakan masalah wayang, saya mengatakan, alangkah baiknya dan kami sarankan agar menjadikan Islam sebagai tradisi jangan menjadikan tradisi sebagai Islam. Dan tidak ada kata-kata saya di situ, mengharamkan. Saya mengajak agar menjadikan Islam sebagai tradisi. Makna kata-kata ini juga kalau ada tradisi yang sejalan dengan Islam, tidak ada masalah. Dan kalau bentrok dengan Islam, ada baiknya ditinggalkan. Ini sebuah saran.
2. Potongan kedua teman-teman sekalian pada saat penanya, bagaimana tobatnya dalang? Dari pertanyaan ini kami jawab, ini sebenarnya mirip lingkupnya kalau ada yang mengatakan bagaimana dengan tobatnya seorang pedagang, seorang guru misalnya, disebutkan profesi. Maka saya sebagai seorang dai muslim menjawab, umumnya kaum muslimin kalau bertaubat dan setiap muslim pasti akan merasa bahagia, senang kalau diajak bertaubat. Dan memang jawabannya taubat nasuha, kembali kepada Allah dengan tobat yang benar.
Lihat Juga :