Stop Main Hakim Sendiri!

Senin, 14 Februari 2022 - 08:39 WIB
loading...
A A A
Menurutnya, teriakan "maling" sangat mudah memicu orang bergerak dan kalap sehingga tingkat amarah semakin meningkat dan akan berbuat sadis terhadap sosok yang dituduh maling.

“Kalau dalam psikologi massa, nantinya ‘human animal’ yang terjadi. Dalam perilaku massa, itu ada saling dukung mendukung, ada kekuatan yang menghipnotis. Akhirnya amuk massa sulit dihindarkan. Padahal, belum tentu pelaku itu benar-benar maling,” lanjutnya.

Koentjoro mengingatkan publik agar tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Jika tertuduh sudah tertangkap, maka sebaiknya tetap menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, bukan justru diselesaikan di jalanan dengan menghilangkan nyawa orang. "Demikian juga aparat penegak hukum harus bertindak tegas jika memang tertuduh terbukti melakukan kejahatan," ujarnya.

Risiko seseorang diteriaki "maling" padahal bukan bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Hal yang tidak diinginkan tersebut perlu diantisipasi. Jika seseorang bukan maling tetapi merasa dituduh dan dikejar massa, Koentjoro menyarankan agar segera mencari tempat perlindungan seperti pos satpam maupun kepolisian terdekat.

Dalam pandangan budayawan Toto TIS Suparto, kekerasan di masyarakat itu tidak lahir dengan sendirinya namun penyebabnya banyak tergantung setiap kasus. Misalnya, di suatu daerah terjadi kekerasan main hakim sendiri karena di daerah itu pernah ada kasus yang malah mendapat tekanan dari aparat. "Sehingga masyarakat ada rasa tidak percaya dengan jalur hukum atau menyerahkan kepada aparat," kata dia saat dihubungi, Minggu (13/2/2022).

Berangkat dari ketidakpercayaan, lanjut dia, membuat seseorang ingin memberi hukuman langsung kepada pelaku. Mereka tidak percaya jika pelaku diserahkan kepada penegak hukum dan sanksi jauh dari yang diharapkan .

Main hakim sendiri akan muncul dengan sendirinya jika terdapat kerumunan. Kekerasan main hakim sendiri dipastikan hadir ketika banyak orang. Seseorang akan menjadi lebih berani jika mereka dalam jumlah banyak atau tidak sendirian. Faktor kerumunan yang dapat lebih cepat memanas juga disebabkan oleh kesenjangan atau kecemburuan sosial.

Jangan Mudah Terprovokasi
Sementara itu, Polda Mereo Jaya mengimbau masyarakat tak mudah terprovokasi dengan teriakan maling. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan meminta masyarakat untuk berpikir jernih dan memastikan terlebih dahulu apakah orang yang dituduh maling benar-benar pelaku kejahatan . Di sisi lain dia tidak membenarkan adanya aksi main hakim sendiri apalagi yang berujung kematian.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan provokasi dan kami mengimbau agar masyarakat tidak juga dengan mudahnya melakukan main hakim sendiri yang berdampak fatal," kata Zulpan, Jumat (11/2/2022).

Apabila masyarakat mengetahui di wilayahnya ada aksi kriminalitas ataupun teriakan maling, dia menganjurkan agar warga mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor kepolisian terdekat.

"Dalam aksi provokasi di Tarumajaya (Bekasi) misalnya, korban memang betul-betul mencari kucingnya yang hilang, namun karena aksi provokasi teriakan maling mengakibatkan orang yang tidak tahu persoalannya terprovokasi melakukan aksi yang mengakibatkan korban meninggal dunia," tandasnya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Surat Kadin China...
Soal Surat Kadin China ke Prabowo, DPR Minta Pemerintah Lakukan Evaluasi
Prabowo Apresiasi Satgas...
Prabowo Apresiasi Satgas PKH yang Kerap Hadapi Preman dan Tak Disorot Kamera
Modus Gubernur Riau...
Modus Gubernur Riau Abdul Wahid Minta Jatah Preman hingga Rp7 Miliar
HUT Ke-80 RI, Sahroni:...
HUT Ke-80 RI, Sahroni: Indonesia Harus Bebas dari Mafia Tanah dan Premanisme
Pendiri HAI: Isu Pergantian...
Pendiri HAI: Isu Pergantian Kapolri Diembuskan Pihak yang Resah dengan Pemberantasan Kejahatan
Sahroni: Sekali Lagi...
Sahroni: Sekali Lagi Ditegaskan, Tak Ada Ruang untuk Premanisme!
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Premanisme Marak di...
Premanisme Marak di Tanah Abang, Pramono: Tak Ada Kompromi untuk Premanisme
Rekomendasi
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Alasan Kenapa Benjamin...
Alasan Kenapa Benjamin Netanyahu Dibenci Rakyatnya Sendiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved